Hal itu disampaikan Presiden APC Majid Rashed usai pembukaan Koordinasi Komite (Koorkom) Asian Paragames 2018 ke -3 di Hotel Peninsula Jakarta, Kamis (4/5/2017). Dia mengatakan itu setelah para pewarta menanyakan pendapatnya terkait kesiapan Indonesia menuju Asian Paragames pada 8-16 Oktober tahun depan.
"Semua mengetahui bahwa ada tantangan yang harus ditempuh untuk melewati itu. Memang kita agak terlambat sedikit dari jadwal yang sudah ditetapkan, tapi seperti yang saya katakan kami tidak khawatir dengan hal ini, karena mereka (Indonesia) tahu persis apa yang akan mereka lakukan dalam 18 bulan ke depan atau tahun depan," kata Rashed.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rashed juga menjelaskan bahwa rapat koordinasi komite yang dilangsungkan hari ini belumlah final karena semua pihak perlu memastikan semua hal dipersiapkan dengan baik.
"Tidak, ini bukan final. Nantinya, akan ada banyak kerjasama dan pertemuan, berkunjung ke sana-sini untuk memastikan bahwa semua hal berjalan. Saya pastikan juga bahwa kami akan datang kembali ke sini atau tinggal bersama di sini bersama komite pengorganisasian. Kita memiliki perasaan positif tentang masa depan," ungkapnya.
Rashed juga memastikan ada 17 cabang olahraga yang akan dipertandingkan di Asian Para Games. Namun, ada perubahan cabor dengan lawnball digantikan dengan para-cycling, serta satu cabor eksibisi adalah parakarate.
"Indonesia telah menetapkan 17 cabang yang akan dipertandingkan ditambah satu cabor eksibisi (karate). Saya tidak bisa memutuskannya karena eksibisi adalah pilihan, tapi biasanya olahraga eksibisi berkaitan dengan budaya dari negara atau daerah tertentu," jelas Rashed.
Dia pun berharap di Asian Paragames 2018 nanti setiap negara akan ikut berpartisipasi, karena ia pribadi memiliki penilaian tinggi terhadap Indonesia.
"Penduduknya sangat ramah. Setiap negara harus mendapat keuntungan ketika dia datang dan ikut berpartisipasi. Jadi tidak ada alasan untuk tidak datang karena Indonesia adalah salah satu negara yang ingin orang kunjungi. Jadi ini bukan hanya karena olahraga, tetapi kami bisa bertemu orang, mengunjunginya, dan atau sekadar belanja," imbuhnya.
(mcy/krs)











































