Pelita Jaya menjadi juara IBL 2017 setelah meraih kemenangan dalam gim ketiga atas Satria Muda di Britama Arena Kelapa Gading pada Minggu (7/5/2017) malam. Dalam pertandingan itu, PJ menang atas SM dengan skor 72-62.
Gelar juara itu menjadi koleksi pertama yang didapatkan Pelita jaya setelah kompetisi basket kasta tertinggi bertajun IBL/NBL. Jika menurut sejak era Kobatama, maka Pelita Jaya pernah mendapatkannya pada 1990 dan 1991.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelita Jaya pun menggelar syukuran di KawasanSimprug, Senin (8/5/2017) atas sukses yang didapatkan itu. Acara yang dihadiri pelatih kepala Johannis Winar,
Pelita Jaya menggelar syukuran usai menjadi juara IBL 2017, Senin (8/5/2017) Foto: Rengga Sancaya/detikSport |
"Terharu dan tak percaya dengan tadi malam. Baru bisa tidur jam tiga. Alhamdullilah kita menang, nikmati dan enjoyed," kata Syailendra dalam sambutanya.
Johannis atau yang biasa akrab disapa Ahang tak bsia menutupi kegembiraannya. Inilah waktu bagi skuat Pelita Jaya untuk bersenang-senang.
"Saya berterima kasih atas manajemen PJ yang sudah memberi kesempatan untuk saya melatih tim PJ. Saya tahu saat masuk saya masih baru mulai main, mereka sudah ada di sana. Pelatih Ito, keluarga besar PJ beserta para istrinya karena sudah mensupport pemain agar bisa tampil maksimal, " kata Ahang.
" Awal-awal Pelita Jaya terseok- seok tapi media mendukung kalau PJ bisa. Saya juga terimakasih kepada coach Ito atas bantuannya, karena tanpa bantuan beliau akan sulit kita menjuarai itu. Untuk pemain luar biasa spiritnya, energinya bagus, kita nikmati dulu kemenangan ini, and then kita kerja lagi pada berikutnya," kata Ahang.
Tak lupa, kapten tim Nyoman Indrawan Ponsianus memberikan apresiasi kepada rekan-rekannya atas kerjasama yang dilakukan selama satu musim ini.
Pelita Jaya juara IBL 2017, Minggu (7/5/2017) Foto: IBL |
"Saya sendiri tidak terbayang ada di posisi ini. Kalau mau flashback, sebelum berada di posisi ini, pengalaman saya PJ pernah ada di titik nadir. Sampai akhirnya saya berinisiatif sendiri untuk menemui Bapak Syailendra untuk menanyakan masih semangat dengan PJ. Dan, itu menjadi titik balik kami. PJ kehilangan pemain, pelatih, tidak ada lapangan sampai akhirnya setelah bertemu pak Eda, sudah mulai bangkit," ujar dia.
"Kemudian datang Respati Ragil Pamungkas (Satya Wacana) mengganti pemain PJ yang hilang, semuanya bertahap. Kami mengawali musim ancur-ancuran, kemudian Perbasi Cup. Ya ini sejarah lah.
"Saya bangga dilatih coach Ito dan coach Ahang. Dan saya lebih bangga lagi karena menjadi bagian dari keluarga PJ, " tambahnya.
Pada acara syukuran tadi selainn dibanjiri pujian dari masing-masing sambutan, acara juga diisi dengan pemotongan tumpeng serta makan-makan.
(mcy/fem)












































Pelita Jaya menggelar syukuran usai menjadi juara IBL 2017, Senin (8/5/2017) Foto: Rengga Sancaya/detikSport
Pelita Jaya juara IBL 2017, Minggu (7/5/2017) Foto: IBL