Ahok dan Olahraga DKI: Bonus Besar untuk Atlet dan Mimpi Profesionalkan Persija

Ahok dan Olahraga DKI: Bonus Besar untuk Atlet dan Mimpi Profesionalkan Persija

Femi Diah - Sport
Rabu, 10 Mei 2017 16:30 WIB
Ahok dan Olahraga DKI: Bonus Besar untuk Atlet dan Mimpi Profesionalkan Persija
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Tak bisa dibilang gebrakan, tapi Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) membuat beberapa perubahan pada dunia olahraga di Jakarta. Ahok memberi bonus besar untuk peraih emas PON, tapi belum membuat Persija jadi klub profesional.

Ahok memang tidak seperti Gubernur Ali Sadikin yang mengutamakan olahraga dalam rencana kerja sebagai orang nomor satu di DKI Jakarta. Tapi bukan berarti dunia olahraga dikesampingkan oleh pria asal Bangka Belitung itu.

Meski tak membuat sesuatu yang revolusioner, Ahok secara riil memberikan apresiasi kepada atlet-atlet berprestasi. Dia menaikkan nominal bonus peraih emas PON 2016 yang digelar di Jawa Barat. Jika sebelumnya peraih emas meraih Rp 200 juta, dia menaikkannya menjadi Rp 350 juta. Bonus medali emas dari Provinsi DKI menjadi yang terbesar kedua di Indonesia, cuma kalah dari Jawa Barat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nominal itu memang belum cair penuh. Karena terganjal persoalan administrasi, para peraih medali emas baru menerima bonus senilai Rp 200 juta dan sisanya dicairkan bulan ini.

Peningkatan bonus itu bukan hanya untuk para atlet. Ahok juga berupaya menghidupkan klub-klub olahraga prestasi di DKI Jakarta. Klub-klub yang berhasil menelorkan atlet peraih medali akan diguyur bonus senilai Rp 1 miliar. Dia berpendapat kalau ada kerja keras klub di balik sukses seorang atlet.

Rancangan Ahok itu belum bisa berjalan. Sebab, lagi-lagi terbentur soal aturan pemberian bonus oleh pemerintah provinsi.

Dua hal lain di bidang olahraga yang tidak dituntaskan Ahok adalah upayanya membuat Persija menjadi klub profesional. Ahok sempat berupaya membeli saham klub berjuluk Macan Kemayoran itu. Tapi, kemudian Ahok memutuskan untuk membatalkan pembelian karena menilai Persija adalah klub yang terbelit utang terlalu besar, mencapai Rp 76 miliar.

Selain itu, Ahok juga belum bisa mewujudkan pembangunan stadion yang rencananya didirikan di taman BMW, di Kelurahan Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Waktu itu, dia menyebut jika pembangunan stadion di taman BMW urung dilakukan karena ada masalah reklamasi.

Meski belum bisa memastikan keabsahan lokasi untuk membangun stadion, Ahok menyebut desain stadion sudah tersedia.

"Desain sudah selesai semua, bentuknya kopiah DKI. Tinggal bangun. Masalahnya duit. Kalau kami bangun pakai APBD, saya tidak boleh melewati tahun jamak jabatan saya," ujar Ahok waktu itu. (fem/din)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads