DetikSport
Jumat 12 Mei 2017, 18:03 WIB

Satlak Prima Proyeksikan Kirim 300-400 Atlet ke SEA Games 2017

Mercy Raya - detikSport
Satlak Prima Proyeksikan Kirim 300-400 Atlet ke SEA Games 2017 Logo SEA Games 2017
Jakarta - Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) memproyeksikan untuk mengirim 300-400 atlet ke SEA Games di Malaysia tahun ini. Besarnya jumlah itu juga disebut sudah dapat dipahami Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi.

SEA Games 2017 akan berlangsung pada 19-30 Agustus mendatang, dengan mempertandingkan 405 nomor event di 38 cabang olahraga. Sampai saat ini yang sudah terdata oleh Satlak Prima baru 31 cabor, dengan perkiraan 900 orang yang terdiri dari atlet dan ofisial. Jumlah itu sudah diterima Komite Olimpiade Indonesia (KOI) sejak pekan lalu.

"Long list itu adalah semua atlet yang diusulkan oleh PB dan Prima yang jumlahnya adalah 900 atlet dan ofisial. Tapi ada cabor-cabor yang belum masuk ke kami. Misal sepakbola, mungkin bersama mereka kami akan bertemu Senin mendatang. Artinya kita akan mencari mana yang bisa didukung oleh Prima," kata Ketua Satlak Prima Achmad Soetjipto di Gedung PP ITKON, Senayan, Jakarta Jumat (12/5/2017).

Jumlah itu, imbuh Tjip -- sapaan Achmad Soetjipto, masih akan akan dikerucutkan kembali jadi 300-400 atlet. Prima menyebutnya sebagai estimated team size (entry by name) dan itu baru akan disodorkan kembali kepada KOI Juni mendatang. Angka 400 atlet itu akan diperoleh melihat dari beberapa indikator, misalnya hasil ujicoba yang dilakukan cabor hingga jelang keberangkatan.

"Saat ini ada 25 cabang yang sudah selesai try out. Sisanya masih ada cabor lain yang akan berangkat ujicoba ke luar negeri seperti balap sepeda ke Belgia, lalu wushu juga. Sampai Juli itu pasti masih ada," jelas Tjip.

"Ya, semoga apa yang disodorkan Prima (estimate team size) nanti sejalan dengan PB dan tidak banyak berbeda. Tapi kalau PB mau menambahkan, bukan hak Prima juga untuk menolak," ujarnya.

Jumlah 300-400 atlet itu sendiri masih cukup besar dibandingkan keinginan Menpora yang hanya ingin mengirimkan 250 atlet saja. Itu ditujukan agar hanya cabang-cabang prioritas dan berpotensi medali saja yang diberangkatkan.

"Bapak Menpora sudah paham. Saya sudah menjelaskan dan Menpora menerima bisa sampai 400 atlet. Kenapa besar? karena kami menganggap SEA Games ini sebagai batu uji (lompatan) bagi atlet-atlet Asian Games 2018. Sehingga mereka harus tanding di event akbar tersebut," ucapnya.

Jika atlet itu tak bisa meraih medali SEA Games tapi mampu mencapai sasaran target, maka ia masih berkesempatan dipertahankan sampai Asian Games mendatang.

"Tentu kami akan melihat semua faktor-faktor yang terjadi, termasuk faktor eksternal. Misalnya seperti perenang I Gede Siman Sudartawa, dia menghadapi Joseph Schooling yang notabene adalah peraih medali emas Olimpiade 2016. Itu kan di luar kemampuan kita. Tapi Siman ini punya target sasaran di SEA Games, kalau itu tercapai walau tidak dapat medali, ya tidak akan dicoret," sebut Tjip.

"Selain itu, faktor kegagalan itu juga bisa disebabkan faktor lainnya misalnya cedera, mental gosong, over load, atau terlambat datang ke tempat pertandingan sehingga terpaksa didiskualifikasi. Ya bisa saja kami pertimbangkan untuk evaluasi ke depan. Oleh karena itu, di kontingen nanti kami akan titipkan beberapa orang kita dalam rangka untuk analisis itu dan akan melekat ke CdM, termasuk pelatih-pelatih asingnya," tegasnya.




(mcy/krs)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed