DetikSport
Jumat 12 Mei 2017, 20:12 WIB

Satlak Prima Minta Dukungan Demi Wujudkan Obsesi 60 Emas SEA Games

Mercy Raya - detikSport
Satlak Prima Minta Dukungan Demi Wujudkan Obsesi 60 Emas SEA Games Foto: Rengga Sancaya/detikSport
Jakarta - Satlak Prima bertekad membawa pulang 60 medali emas pada SEA Games 2017 Kuala Lumpur. Untuk mewujudkannya mereka tak bisa bekerja sendirian.

Indonesia hanya meraih 47 emas, 61 perak, dan 74 perunggu dari SEA Games 2015 Singapura. Dengan koleksi itu, kontingen Merah Putih finis di urutan kelima.

Agar mampu naik dua trap alias ke posisi ketiga, Indonesia mematok 60 emas pada SEA Games 2017 di Malaysia mulai 19-30 Agustus.

"Kita tahu di SEA Games kemarin kita nomor lima. Kita boleh kecewa. Tapi bagaimana dengan sekarang? Kami punya hitungan statistik jika ingin meraih peringkat tiga artinya harus mendapat 20 persen dari 405 medali yang diperebutkan atau 80 medali emas," kata Ketua Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Kasatlak Prima) Achmad Soetjipto di Gedung PP ITKON, Senayan, pada Jumat (12/5/2017).

Namun, Tjip--sapana karib Achmad Sutjipto--menyadari situasi menjadi lebih sulit dengan kebiasaan yang muncul dalam SEA Gams, termasuk kala Indonesia menjadi tuan rumah. negara host biasanya memangkas nomor-nomor potensi emas negara lain, namun menambah nomor ajaib yang bisa menambah pundi-pundi emas mereka.

Dari hitungan Satlak Prima, setidaknya Malaysia berpotensi meraih 28 medali emas dari nomor-nomor ajaib itu.

"Hanya itu jangan dijadikan alasan. Saya sendiri sangat puas jika kita bisa mendapatkan kepala 60-an medali emas atau peringkat empat Asia Tenggara. Itu sesuatu goal yang pantas untuk kita raih tentu dengan kerja keras," ujarnya.

Karenanya, di waktu yang tersisa tiga bulan sebelum dimulainya SEA Games, kontingen Merah Putih dan para stake holder bisa bekerja lebih keras lagi. Bila mungkin mempercepat hal-hal yang menjadi pendukung inti meningkatnya prestasi atlet.

"Semua pihak sudah tahu faktor-faktor apa saja yang sangat mempengaruhi prestasi, bisa kepelatihan, dukungan, motivasi, lingkungan, semuanya, dan lembaga pihak yang bertanggung jawab di bidangnya ini bekerja semaksimal mungkin. Ada yang uang saku, try out, akomodasi, peralatan, tiga bulan menjelang SEA Games ini ayo percepat itu semua," imbaunya.

Begitu pula untuk kepelatihan, khususnya pelatih fisik.

"Kepelatihan saya minta pelatik fisik untuk bekerja lebih lagi. Bagaimana strenght and conditioning bisa lebih cepat lagi sehingga capaian kapasitas fisik bisa meningkat tanpa risiko cedera,"

"Hanya perlu diperhatikan juga karena ini waktunya sudah tinggal sedikit, latihan fisik yang tajam harus dibarengi dengan asupan pemulihan yang cukup, akan mendorong ke risiko cedera. Yang kita tahu semua yang menjadi penghalang prestasi adalah cedera. Sebab, seperti Maria Londa yang belum sepenuhnya pulih, Dewi Dayung juga, kemudian aatlet paralayang juga cedera dari Semarang. Tapi tiga bulan ke depan harus di rehabilitasi," ujarnya.



(mcy/fem)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed