DetikSport
Minggu 21 Mei 2017, 16:52 WIB

Target Indonesia di ISG Meleset Jauh, Pejabat KOI: Itu Wajar

Mercy Raya - detikSport
Target Indonesia di ISG Meleset Jauh, Pejabat KOI: Itu Wajar Dhean Farjin, taekowondoin nasional yang turun di kelas -46kg ISG 2017. (Foto: Dan Mullan/Getty Images)
Jakarta - Menjelang hari terakhir Islamic Solidarity Games (ISG) 2017 Baku, Indonesia menempati urutan kedelapan. Komite Olimpiade Indonesia (KOI) menilai hasil itu sebagai kewajaran.

Indonesia baru dapat mendulang medali emas dari angkat besi dan renang. Para lifter nasional menyumbangkan tiga medali emas. Jumlah medali emas yang sama disumbangkan Siman Sudartawa dkk. dari renang. Selain enam emas, Indonesia meraih 29 perak dan 20 perunggu.

Padahal ISG tinggal menyisakan satu hari lagi, ditutup Senin (22/5/2017). Indonesia tinggal menyisakan tiga cabang olahraga, yakni loncat indah, wushu, dan basketball 3X3, yang tak dijagokan untuk meraih medali emas.

Perolehan medali dan peringkat itu meleset dari target yang dicanangkan oleh KOI. Sebelum berangkat Indonesia yang berkekuatan 105 atlet (65 atlet putra dan 40 atlet putri) dalam 14 cabang olahraga menargetkan peringkat lima besar.

Yang menggelikan, kondisi itu tak membuat gusar Komite Olimpiade Indonesia (KOI). Menurut Komisi Sport and Law KOI, Helen Sarita de Lima, Indonesia bisa memetik pelajaran dari keikutsertaan di ISG itu.

"Ya betul. Namanya membuat target boleh saja, tetapi dengan situasi pertandingan yang terjadi di lapangan kami tidak bisa ikut memberikan prediksi yang pasti terhadap kualitas atau prestasi yang bisa diraih oleh para atlet tersebut," Helen kepada detikSport melalui sambungan telepon, Minggu (21/5/2017).

"Tapi paling tidak kemarin kan Indonesia meraih posisi enam, lalu tujuh, kemudian hari ini delapan, saya rasa itu adalah sesuatu yang wajar. Karena di dalam sebuah pertandingan ada akar dan daun. Kalau nanti akhirnya Indonesia di peringkat sembilan atau delapan, saya rasa kita harus tetap berterimakasih. Karena apapun itu juga sudah merupakan kerja keras patriot Indonesia," tambahnya.

"Kemarin kita sudah mengapresiasi angkat besi yang mendapat tiga emas, dan renang yang memperoleh tiga emas. Ini kan luar biasa. Kita harus beri apresiasi. Sebab, apapun yang sudah dihasilkan itu lah yang terbaik."

Namun demikian, Helen mengatakan, setelah ini pihaknya akan bersama-sama dengan stakeholder akan mengevaluasi hasil di ISG ini. Paling tidak untuk menjadi pelajaran di multievent selanjutnya.

"Saya rasa setelah ini akan ada evaluasi. Mana yang harus perlu fokuskan lagi, mana yang harus ditingkatkan. Saya rasa sudah ada hal yang dijadikan pengalaman untuk kita bisa melakukan sessuatu untuk kepentingan SEA Games 2017 di Malaysia dan Asian Games 2018 di Jakarta Palembang," ucap dia.

Berikut klasemen sementara ISG 2017:

Klasemen sementara ISG 2017 hingga Minggu (21/5/2017) pukul 16.30 WIB. Klasemen sementara ISG 2017 hingga Minggu (21/5/2017) pukul 16.30 WIB. Foto: ISG2017

(mcy/iah)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed