Dua setengah bulan menjelang SEA Games 2017, para atlet menjalani periode latihan berat. Di saat bersamaan, berjalan bulan Ramadan.
Triyadi memilih tidak berpuasa jika ada jadwal latihan. Dia akan membayar di kemudian hari namun tak menutup kemungkinan untuk membayar fidyah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menjalani ibadah puasa di tengah persiapan multievent sejatinya tidak sekali dua kali ini terjadi. Aji--demikian Triady Fauzi Siddiq disapa sudah kerap menghadapi situasi yang sama. Pada tahun 2010, ia bahkan pernah mencoba menjalani keduanya antara puasa dan latihan. Tapi hasilnya ternyata tidak maksimal.
"Saya pernah beberapa kali mencoba untuk puasa penuh. Waktu itu tahun 2010, tapi saat jelang tanding dan minus tiga hari baru batal. Hasilnya pun hancur banget karena latihannya juga berat. Makanya lebih baik diganti, jadi tidak puasa Senin-Kamis, kemudian bayar fidyah," ujarnya.
Sementara itu, pelatih renang nasional, Albert C. Susanto, mengatakan tidak ada perubahan program yang dijalani atlet meski memasuki jadwal puasa. Dia juga tidak melarang atletnya untuk berpuasa, hanya memberi masukan utamanya soal nutrisi yang tepat untuk menjaga badan.
"Selama dua hari kemarin atlet muslim tetap menjalankan puasanya tetapi selanjutnya tergantung adaptasi mereka seperti apa. Sejauh ini pun tidak ada perubahan program yang kami lakukan karena pelatih sudah punya planning sendiri," kata Albert terpisah.
"Tetapi walau demikian kami memberi masukan-masukan seperti gizi yang pas dan yang harus mereka konsumsi. Hal ini penting supaya mereka tidak sakit dan tidak kekurangan karbohidrat," lanjutnya.
(mcy/fem)











































