ADVERTISEMENT

Timnas Voli Putra yang Minim Ujicoba dan Haus Sentuhan Sports Science

Femi Diah - Sport
Selasa, 06 Jun 2017 20:00 WIB
Agung Seganti kapten timnas voli putra. Foto: Hasan Alhabshi/detikSport
Bogor - Kapten tim nasional voli putra Agung Seganti menilai Skuat Indonesia mempunyai potensi oke. Namun, mereka membutuhkan lebih banyak ujicoba dan sentuhan sport science.

Timnas voli putra membidik medali emas pada SEA Games 2017 di Kuala Lumpur. Menilik hasil akhir tiga edisi SEA Games terakhir, target itu relatif berat.

Skuat Indonesia tak pernah sekalipun menjadi juara enam tahun terakhir. Pada 2011 dan 2013, timnas meraih perak tapi kemudian malah menurun dengan finis urutan ketiga pada SEA Games 2015.

Apalagi, timnas bukan tanpa masalah dalam menyambut SEA Games 2017 Kuala Lumpur itu. Dengan pendeknya waktu persiapan, pasukan Merah Putih hanya diagendakan menjalani ujicoba satu kali. Mereka diturunkan dalam Piala Asia 2017 di Surabaya.

[Baca Juga: Wilda Sugandi dan Agung Seganti Jadi Kapten Timnas Voli]

"Semestinya semakin banyak ujicoba akan semakin bagus buat kami. Kalau berani atau enggak tampil di level Asia, justru kami mencarinya. Kan kami ini sebagai pemain mencari jam terbang?" tutur Agung kepada detikSport, Selasa (6/6/2017).

"Berkaca pada sukses 2009, waktu itu kami try out sampai ke Dubai. Jadwal ujicoba padat. Akhirnya hasilnya pun sesuai dengan target, kami bisa meraih medali emas di SEA Games.

"Untuk sekarang saya tidak tahu alasan tidak banyak try out? Apakah ada kendala di Satlak Prima atau PP PBVSI?" ungkap dia.

[Baca Juga: Target Juara SEA Games, Agung Seganti: Optimistis Bukan Takabur]

Menurut Agung rentetan ujicoba di level Asia itu berpengaruh terhadap mental pemain. Semakin tinggi frekuensi ujicoba dengan tim-tim yang levelnya di atas timnas, maka mental para pemain bisa lebih tangguh.

"Saat ini timnas dibilang ga ada mental. Faktanya, mau ada mental bagaimana kan memang tidak ketemu lawan. Lihatnya ke tim-tim Asia Tenggara saja, padahal mestinya sudah level Asia, apalagi kita mau jadi tuan rumah Asian Games," ucap pemain 27 tahun itu.

"Di sini, di pelatnas ini latihannya keras tapi tanpa try out kan nantinya juga jago kandang," imbuh dia.

Alasan kedua, rupanya timnas voli putra tak familiar dengan penggunaan sport sciene. Bahkan, mereka belum menjalani tes kesehatan selayaknya pelatnas lainnya.

"Sport sciene belum digunakan. Untuk mengintip kekuatan lawan selama ini kalau saya pribadi melihat rekaman pertandingan lewat youtube," ujar Agung.

****

Saksikan Live Chat Wilda Sugandi, Yola Yuliana, Berlian Marsheilla, dan Aprilia Manganang dengan detikSport, Rabu (7/6/2017) pukul 14.00 WIB.

(fem/cas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT