detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Kamis, 22 Jun 2017 19:08 WIB

Tim Renang Indonesia: Sebelum SEA Games, Kejuaraan Dunia Dulu

Mercy Raya - detikSport
Para atlet PB PRSI (Foto: detikSport/Mercy Raya)
Jakarta - Perenang Indonesia akan mengikuti Kejuraan Dunia Renang di Budapest, Hongaria, Juli mendatang. Ujicoba ini menjadi yang terakhir sebelum tampil di SEA Games 2017.

Pengurus Besar Pengurus Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) menyiapkan 20 atlet terbaiknya menuju SEA Games di Kuala Lumpur, Malaysia, 19-30 Agustus 2017. Dalam ajang itu mereka membidik lebih dari satu emas.

Untuk memenuhi target itu, PRSI sudah membidik lokasi yang akan dijadikan ujicoba para atlet yang berada di pelatnas. Kebetulan ada Kejuaraan Dunia Renang dan sepuluh perenang Indonesia dinyatakan lolos ke ajang tersebut. Mereka adalah Ressa kania Dewi, vanessae Evato, Azzahra Permatahani, I Gede Siman Sudartawa, Triady Fauzi, Indra Gunawan, Glenn Victor Sutanto, Fadlan Prawira, Raina Saumi, dan Gagarin Nataniel Yus.

Meski ada 10 atlet yang lolos, pelatih nasional renang, Albert C. Sutanto, menyebut hanya sembilan orang yang akan turun di ajang tersebut. Gagarin diputuskan oleh pelatihnya, Marifa Herman Yus, yang juga ayahnya untuk tidak mengikuti kejuaraan tersebut. Alasannya agar tidak mengganggu program latihan.

"Jadi diputuskan untuk tidak berangkat. Keputusannya baru hari ini diberikan. Jatah Gagarin pun tidak bisa diganti karena hanya yang lolos saja yang bisa ikut kejuaraan tersebut," ujar Albert kepada detikSport.

Kasus Gagarin bisa saja berlaku untuk sembilan atletnya. Di mana dikhawatirkan peak perfomance atlet akan terjadi di Kejuaraan Dunia bukan di SEA Games.

"Soal itu kami sudah berdiskusi dengan seluruh pelatih PRSI. Mereka adalah orang yang berpengalaman dan kelas dunia. Masalah bertanding itu adalah bagian dari training juga. Jadi kami sepakat untuk tetap mengambil di Budapest ini," sambungnya.

"Karena selain memotivasi atlet bahwa goal kita itu adalah lolos Kejuaraan Dunia. Di mana lolos limit, kemudian jadi semifinalis, finalis, dan dapat medali itu adalah step yang harus di jalankan oleh atlet. Daripada kami meninggalkan level dunia untuk fokus ke SEA Games, walaupun memang pemerintah lebih memfokuskan kita ke sana, tapi kita juga harus pelan-pelan pelatih merubah cara pikir kita. Tahu mana yang paling prioritas."

"Mungkin berbeda dengan pelatih Gagarin, tapi masing-masing pelatih punya pandangan soal ini."

"Begitu soal target secara waktu sih kami tidak dibebankan. Tapi di sini bagaimana meningkatkan perfoma latihan dan mental kita dan lebih solid lagi dalam segi strategi pertandingan. Ada plus minus lah. Tapi untuk perenang sprinter ini bagus. Mereka dilatih untuk berenang cepat."

Albert, 41 tahun, juga mengomentari soal persetujuan dari Satlak Prima. Menurutnya, proposal sudah diusulkan PRSI dan sudah disetujui. Hanya sampai saat ini belum ada dana yang masuk ke PB selain honor atlet dan pelatih.

"Kami belum tahu siapa yang akan menalangi kalau PRSI bisa ya bagus, tapi jika tidak kami swadaya," tuntasnya.


(mcy/mrp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com