Pada gelaran marathon, Minggu (9/7/2017) pagi yang mengambil starter dan finis di Kebun Raya Bogor, Karanja dengan nomor start 4299 ini menyelesaikan lomba dengan waktu dua jam 40 menit tiga detik.
Karanja disusul rekan senegaranya Dennis Isika dengan waktu dua jam 45 menit 45 detik. Untuk posisi tiga direbut pelari Indonesia, Saeful Rahman dengan waktu dua jam 55 menit sembilan detik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Istimewa |
Pada kejuaraan ini tidak hanya pelari profesional saja yang turun, namun juga para penggiat lari. Tidak ketinggalan jugaWalikota Bogor Bima Arya dan wakil gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga Uno.
Pelaksanaan Bogor Sundown Marathon ini diapresiasi Aileen Hoo yang finis ketiga di kategori marathon putra. Pelari berusia 40 tahun asal Singapura ini mengaku Bogor merupakan kota yang menyenangkan.
"Aku suka cuacanya. Enak untuk lari dan kontur wilayahnya tidak datar. Makanya tidak bikin capek. Masyarakatnya juga ramah," kata Ho.
Sementara itu, Bima Arya yang turun di kategori 10K, mengaku cukup puas dengan pelaksanaan kejuaraan yang baru pertama kali digelar di kotanya. Meski Bima juga memberikan beberapa catatan yang harus segera diperbaiki untuk kejuaraan berikutnya, khususnya sterelisasi area lari.
"Kejuaraan berjalan dengan baik. Kita mulai dari marathon pukul 01.00 WIB disusul half marathon, 10K dan 5K. Peserta kami lihat cukup puas. Kami juga beruntung karena cuaca sangat mendukung," kata Bima Arya setelah masuk finis di areal Kebun Raya Bogor.
.
"Selain cuaca, venue juga menantang. Jarang adalan lintasan marathon seperti disini. Naik turun. Kalau di Jakarta kan flat. Ini juga menjadi nilai lebih. Semoga ke depan pelaksanaannya jauh lebih baik," sambungnya.
"Saya berharap tahun depan akan lebih besar lagi dan bisa menarik banyak wisatawan untuk datang ke Bogor dan kota ini menjadi City of Runners," tutupnya.
(mrp/krs)












































Foto: Istimewa