SEA Games 2017 akan berlangsung di Malaysia, 19-30 Agustus. Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi-Berat Seluruh Indonesia (PB PABBSI) sudah menetapkan lima nama yang akan diturunkan di ajang multicabang negara-negara se-Asia Tenggara itu. Kelima lifter itu adalah Eko Yuli Irawan (62kg), Deni (69kg), Surahmat Wijoyo (56kg), Edi Kurniawan (80kg), dan I Ketut Ariana (77kg). Dari lima nomor yang dipertandingkan, angkat besi membidik dua medali emas.
Wakil ketua PB PABBSI Djoko Pramono menilai peluang untuk merebut medali emas cukup terbuka walaupun dari sisi persaingan bakal lebih ketat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai gambaran, Surahmat yang turun di kelas 56kg diprediksi bakal bersaing dengan peraih perunggu Olimpiade 2016 Rio Sinphet Kruaithong dan peraih medali emas SEA Games 2013 Thach Kim Tuan. Sementara di kelas 77 kg, I Ketut akan bersaing peraih medali emas SEA Games 2013 Myanmar Pomchai Lobsi asal Thailand.
Di kelas 62 kg, Eko Yuli Irawan diprediksi masih memimpin. Hal ini tak lepas dari torehannya di Olimpiade 2016 dan Islamic Solidarity Games (ISG) 2017. Sedangkan Edi, di kelas 80 kg, berpotensi memberi kejutan.
"Ya, kami akan berjuang untuk itu. Kelas 62 kg, Eko masih leading sementara di kelas berat memang akan ramai. Makanya kami masukkan Edi sebagai salah satu strategi kami juga. Begitu dengan Surahmat saat ini dia sedang naik, berkat hasil di multievent Islamic Solidarity Games (ISG) kemarin, dia meraih medali emas. Jadi mari kita lihat dari lima nomor berapa medali yang kami dapatkan," ujarnya.
"Karena kita dalam perfomance terbaik pun lawan juga berada dalam keadaan yang sama, siap. Jadi kalau ditanya bisa emas, perak atau perunggu? ya kami akan berjuang untuk itu karena perjuangan lebih berat dari Olimpiade dan persaingan sebetulnya ada di Asia Tenggara," tutur Joko.
(mcy/krs)











































