DetikSport
Selasa 18 Juli 2017, 18:35 WIB

Dana Pemerintah Belum Cair, Asian Games 2018 Juga Tak Bisa Manfaatkan Sponsor

Mercy Raya - detikSport
Dana Pemerintah Belum Cair, Asian Games 2018 Juga Tak Bisa Manfaatkan Sponsor Erick Thohir, presiden INASGOC (Rengga Sancaya/detikSport)
Jakarta - Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 belum dapat memanfaatkan dana dari sponsor. Padahal, dana dari pemerintah belum juga cair.

Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee (INASGOC) sudah melakukan penandatanganan dengan beberapa sponsor Asian Games 2018. Seperti, dengan perusahaan apparel olahraga asal China, 361°, Ssang Yong Information dan Commucation, dan Swiss Timing.

Namun dana yang masuk dari kerja sama itu belum bisa digunakan. Sebab, Badan Layanan Umum (BLU), instansi di lingkungan pemerintah yang dibentuk agar bisa menjadi penyedia barang dan/atau jasa tanpa mengutamakan keuntungan dan berprinsip efisiensi dan produktivitas, belum dibentuk.

Selain itu, belum ada kesepakatan antara INASGOC dan Olympic Council of Asia (OCA) dalam penggunaan rekening bersama. Setiap sponsor yang masuk ke Indonesia, 50 persennya menjadi hak dari OCA.

"Sponsor target kami Rp 1 triliun, tapi perjanjian dengan OCA itu 50 persen dari sponsor adalah hak mereka. Nah, berarti yang kami harapkan bukan Rp 1 triliun tapi mungkin Rp 500 miliar saja," kata Presiden INASGOC, Erick Thohir, dalam konferensi pers, Selasa (18/7/2017).

"Tapi, kami juga harus negosiasi dengan OCA bahwa sesuai perjanjian host city contract, bahwa seluruh pemasukan ada rekening bersama. Rekening itu hanya bisa digunakan setelah pembukaan 18 Agustus 2018 sedangkan keperluan dana sponsor tidak bisa menunggu saat pembukaan. Nah, ini yang sedang kami negosiasikan dari sponsor yang sudah masuk dari OCA ada Swiss Timing, 361° dan Ssang Yong," ujar bos Inter Milan itu.

"Sementara dari BUMN insyallah awal Agustus akan ada penandatanganan sedangkan yang dari swasta kami sedang siapkan perangkat BLU-nya," ungkap dia

Erick berharap mendapatkan dukungan penuh dari kementerian terkait dalam melaksanakan tugasnya. Juga dari pihak swasta.

"Nah, saya mengharapkan swasta lebih support. Kami tahu dengan kelemahan daya beli ada penghematan sana sini tapi ini untuk negara dan tentu kami sebagai panpel akan memberikan pelayanan yang baik juga agar produk produknya baik. Nah ini kami tunggu untuk swastanya," ucap dia.



(mcy/fem)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed