DetikSport
Rabu 09 Agustus 2017, 14:05 WIB

Sambut Asian Games 2018, Listrik Stadion Jakabaring Disokong Tenaga Surya

Raja Adil Siregar - detikSport
Sambut Asian Games 2018, Listrik Stadion Jakabaring Disokong Tenaga Surya Stadion Jakabaring, Palembang akan disokong pembangkit listrik tenaga surya dalam menyambut Asian Games 2018. (Raja Adil Siregar/detikSport)
Palembang - Sebagai salah satu tuan rumah Asian Games 2018, Jakabaring Sport City (JSC) Palembang berbenah. Kompleks olahraga itu bakal disokong Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Palembang mendampingi Jakarta sebagai tuan rumah Asian Games 2018. Palembang sekaligus berupaya untuk menciptakan konsep kawasan olahraga berwawasan ramah lingkungan.

Untuk itu, mereka akan melengkapi kompleks stadion Jakabaring dengan listrik tenaga surya. Menurut Dirut Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE), Yaniarsyah, untuk melaksanakan proyek tersebut, mereka bekerjasama dengan Jepang. Proyek itu diprediksi rampung pada awal 2018.

"Usaha pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) ini merupakan salah satu usaha yang mendukung pengembangan konsep green city, pencegahan perubahan iklim, dan juga mendukung pelaksanaan persiapan Asian Games 2018. Dengan harapan proyek PLTS ini rampung di bulan Januari 2018 untuk mendukung fasilitas Asian Games," ujar Yaniarsyah dalam konferensi pers di hotel Arista Palembang, Rabu (9/8/2017).

Tidak hanya itu, proyek ini digadang-gadang akan menjadi proyek pembangkit listrik rendah karbon untuk pencegahan perubahan iklim. Serta proyek Joint Crediting Mechanism (JCM) yang dibangun dengan kapasitas 1,6 mega watt dipastikan akan mengurangi emisi gas rumah kaca setara 1,303 ton CO2/tahun.

Sementara itu, Asisten Deputi Kerjasama Ekonomi Multilateral dan Pembiayaan Menko Perekonomian, Rizal Edwin Manansang, menilai PLTS Jakabaring ini adalah satu dari 3O proyek JCM yang diimplementasikan di Indonesia.

"Sampai saat ini nilai total investasi atas pelaksaan JCM antara pemerintah Jepang dan Indonesia mencapai USD 150 juta dengan USD 113 juta berasal dari investasi pihak swasta Jepang dan Indonesia, sementara USD 37 juta merupakan subsidi yang disampaikan oleh pemerintah Jepang secara langsung," kata Edwin.

Proyek JCM yang telah berjalan selama hampir empat tahun ini, menurut Edwin menjadi bukti konkrit keterlibatan sektor industri baik dari pihak swasta, BUMN, atau BUMD dalam mendukung penurunan emisi karbon di Indonesia.

Saat ini proyek JCM yang kemudian diimplementaslkan di kawasan JSC Palembang telah menyelesaikan tahap awalnya, yaitu penimbunan dan pengerasan kawasan tersebut. Setelah semuanya rampung, lahan kemudian akan diIakukan konstruksi dan pemasangan PLTS untuk kemudian dikoneksi dengan jaringan Iistrik PLN.

"Sekarang kita tinjau lahan yang akan dibangun, setelah ini selesai kita akan terus pantau hingga pembangunan dan pengerjaan proyek rampung dan dapat difungsikan di kawasan olahraga Jakabaring jelang Asian Games 2018. Karena ini menjadi prioritas kita yang sudah ada di depan mata dan waktu juga sudah dekat pelaksanaan," tutur dia.

Terakhir, Edwin memastikan jika proyek ini rampung, maka tidak menutup kemungkinan untuk adanya proyek-proyek PLTS lain yang akan dibangun di Sumatera Selatan.



(fem/fem)

Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed