Pengurus Besar Ikatan Sepeda Sport Indonesia (PB ISSI) menyiapkan 24 pebalap sepeda pada SEA Games 2017. Tapi, dua pebalap mereka, Yanti dan Bernard, yang memiliki spesialis di nomor jalan raya malah sakit demam berdarah.
"Mereka berdua terkena demam berdarah jadi putuskan untuk tidak berangkat. Sebagai gantinya Ayustina Delia Priatna (nomor track endurance). Sementara untuk Bernard tidak ada pengganti," kata manajer timnas balap sepeda Budi Saputra saat ditemui di kawasan Senayan, Selasa (15/8/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk catatan waktu kami tidak jadi patokan karena acuan kami adalah kriterium. Kriterium LCC dan Belanda itu beda sehingga catatan waktu tak bisa jadi patokan. Terlebih, di Belanda itu tikungan banyak, sementara LCC tidak." lanjutnya.
Meski dua pebalap gagal berangkat, PB ISSI tak menurunkan target delapan emas di SEA Games nanti. Delapan emas itu diprediksi diperoleh dari nomor bmx, criterium putri dan putra, tim time trial (event for men), individual road race putra, tim sprint putri, omnium, dan tim time trial putri.
"Kami tetap optimistis hal itu bakal tercapai. Komposisi kami hitungannya tetap 24 pemain, tapi akhirnya memang ada beberapa pebalap yang harus ikut dua nomor. Seperti Ayustina main di nomor trek juga road race, serta pebalap lainnya yaitu Aiman," katanya.
Selain itu, PB ISSI juga mengirim atletnya lebih dulu ke Malaysia untuk melakukan penyesuaian atau aklimatisasi. Meski dari tim kontingen hanya mengakomodasi H-2 pertandingan dan H+1 pertandingan.
"Federasi kami menyiapkan posko untuk tim balap sepeda. Sehingga mereka bisa melakukan latihan lebih awal sampai jelang pertandingan digelar. Jadi seperti road race sudah berada di Malaysia sejak 10 Agustus, meski bertanding baru 21 Agustus. Sementara bmx akan berangkat 19 Agustus dan bertanding 26 Agustus. Kemudian nomor trek akan jalan 22 Agustus dan bertanding 27 Agustus," ungkap dia.
(mcy/fem)











































