Tentang Peluang Balap Sepeda dan Persaingan di SEA Games 2017

Tentang Peluang Balap Sepeda dan Persaingan di SEA Games 2017

Mercy Raya - Sport
Selasa, 15 Agu 2017 23:40 WIB
Tentang Peluang Balap Sepeda dan Persaingan di SEA Games 2017
Ilustrasi (Foto: Dok. PB ISSI)
Jakarta - Tim nasional balap sepeda Indonesia diharapkan meraih delapan emas di SEA Games 2017. Tapi akan ada tantangan besar dari Thailand, Filipina, dan Malaysia.

Manajer timnas balap sepeda Budi Saputra mengatakan dari 22 atlet yang dikirim untuk tiga nomor disiplin, masing-masing punya peta persaingan yang berbeda. Khusus BMX putri, pebalap andalan Indonesia, Elga Kharisma Novanda, akan menghadapi persaingan ketat dari Thailand dan Filipina.

"Tapi kami optimistis dengan pengalaman dia yang sudah pernah mendapat dua kali medali emas di SEA Games sebelum Singapura 2015.
Artinya kalau sudah masuk multievent maka mental bertanding atlet akan berpengaruh," kata Budi saat ditemui di kawasan Senayan, Selasa (15/8/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sementara nomor disiplin BMX putra, persaingan cukup berat dan ketat. Tapi kami menyiapkan dua atlet, I Gusti Bagus Saputra dan Rio Akbar, yang sejauh ini grafiknya bagus, meski tidak setinggi grafik Tony Syarifudin. Di samping itu, kami juga melihat hasil dari Kejuaraan Nasional dan event internasional di Banyuwangi," lanjutnya.

Khusus di tim Time Trial, Budi berkaca pada pengalaman-pengalaman dan sejarah tim Indonesia yang tak pernah kalah saat mengikuti lomba tim time trial di ajang SEA Games.

"Selama SEA Games, nomor tim Time Trial tidak pernah kalah dan selalu mendapat emas. Ini sebenarnya bukan parameter tapi paling tidak mengangkat motivasi para atlet," ujarnya.

"Khusus disiplin track, mungkin kalau bicara putra, level kita di bawah tuan rumah, Malaysia. Jadi kami berharap di putra bisa dapat perak. Sementara persaingan di putri cukup kompetitif. Pesaing kita yang selama ini berlatih di Melbourne, Australia, catatan waktu tidak jauh, tinggal meningkatkan mental kita."

"Seperti Fateha binti Mustafa, Fahrani Syah binti Mochammad Adnan, Anis Rosidi asal Malaysia, terakhir sebelum pulang ke Malaysia, mereka mengikuti Grand Prix track dan hasilnya cukup bagus, peringkat tiga."

"All track yang kita andalkan semoga bisa bersaing karena selama training camp prestasi cukup bagus dan Santia Tri Kusuma cukup bisa mengimbangi atlet-atlet muda ini," ungkap dia. (mcy/raw)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads