DetikSport
Rabu 16 Agustus 2017, 23:30 WIB

SEA Games 2017 yang Berat Sekaligus Berbeda untuk Maria Londa

Mercy Raya - detikSport
SEA Games 2017 yang Berat Sekaligus Berbeda untuk Maria Londa Foto: detikSport/Agung Pambudhy
Jakarta - Atlet lompat jauh dan jangkit Maria Londa kembali menjadi tumpuan untuk meraih medali emas. Bedanya, dalam persiapan tahun ini dia dibayang-bayangi cedera.

SEA Games 2017 menjadi multievent Asia Tenggara kelima yang akan dijalani Maria. Saat ini dia berstatus peraih empat medali emas, dua medali perak, dan dua medali perunggu sejak SEA Games 2009 Laos.

Dengan status itu pula, dia diharapkan bisa menyumbang medali emas lewat lompatan-lompatannya. Namun, tantangannya tahun ini lebih berat.

Setelah mengalami cedera pada SEA Games 2015 Singapura, langkah Maria untuk bisa mengembalikan perfomanya harus dipersiapkan dengan kerja keras. Pelatihnya, I Ketut Pageh, menyiapkan rancangan-rancangan program agar Maria bisa siap baik fisik, teknik, maupun mentalnya.

"Sebenarnya jika dibilang SEA Games kali ini lebih berat ya memang berat. Karena ini SEA Games kelima saya dengan dua kali berturut-turut medali emas. Bisakah saya pertahankan itu? Tunggu pertandingan nanti," kata dia saat berbincang dengan detikSport, di sela-sela latihannya di Stadion Atletik Rawamangun, Jakarta, Rabu (16/8/2017).

Maria memulai pemusatan latihan sejak Januari 2017 dari mulai persiapan umum, persiapan khusus, hingga spesifik ke pra kompetisi. Sejauh ini catatan terbaiknya di lompatan jauh adalah 6,30 meter.

Lompatan itu diraihnya saat uji coba di Islamic Solidarity Games di Baku, Azerbaijan, Mei lalu. Catatan ini masih jauh dari lompatan terbaiknya saat di SEA Games 2015 yang sejauh 6,70 meter. Sedangkan catatan terbaik lompat jangkitnya selama latihan adalah 13,20 meter.

SEA Games 2017 yang Berat Sekaligus Berbeda untuk Maria LondaFoto: detikSport/Agung Pambudhy

"Jika dibilang kurang atau tidak pokoknya percaya diri saja. Karena memang di SEA Games dua tahun lalu itu saya berangkat tanpa cedera. Sementara SEA games kali ini lebih berat setelah cedera, ya semoga sampai nanti sehat-sehat," ungkap atlet berusia 26 tahun ini.

Meski sudah berpengalaman, sebagai atlet juga sempat merasakan namanya beban walaupun dalam dirinya berupaya untuk bisa lepas.

"Kata orang dibawa rileks saja, tapi namanya tanggung jawab kan tidak bisa dipungkiri. Ya, saya sih latihan selalu berupaya semaksimal mungkin. Jadi apapun yang diberikan nanti sama Tuhan, itulah rezeki saya, karena kalau tidak saya berarti tidak mensyukuri proses yang saya jalani," ujar dia.

"Saya juga membangun diri dengan memperbanyak latihan teknik. Apalagi, dukungan dari pelatih, keluarga, dan teman-teman selalu hadir. Mereka juga tahu jika saya selalu semaksimal dan percaya dengan apa yang saya lakukan. Jadi saling bangun kepercayaan dan motivasi."

Soal target emas, Maria kali ini tidak ingin terlalu ngoyo. Dia hanya ingin memberikan prestasi terbaik.

"Prestasi terbaik dulu deh. Kalau emas itu bonus. Kenapa tidak terlalu ngoyo? sebenarnya dari dulu persaingannya ketat bedanya 5 sampai 3 cm. Tapi lihat saja pada pertandingan nanti. Tidak bisa bicara banyak karena lagi mepet semua," tuturnya.
(mcy/raw)

Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed