Dengan tubuh mungilnya, Felda berjingkat lincah di atas matras arena wushu di Hall 5 KLCC, Minggu (20/8/2017). Dengan luwes perempuan 24 tahun itu memainkan tongkat yang dipegangnya, sembari berlari dan melompat, menyelesaikan koreografinya.
Aksi Felda itu diganjar nilai 9,62 dari para juri. Dia menempati posisi akhir tiga di belakang atlet Vietnam Hoang Giang Thi Phuong dan Loh Ying Ting dari Malaysia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Felda mengakui dirinya tak cukup rileks masuk ke arena hari ini. Ada rasa gugup besar karena ini merupakan SEA Games pertamanya. Tapi secara keseluruhan, dia cukup puas dengan apa yang dia tampilkan hingga bisa menyumbang perunggu untuk Indonesia.
"Rasanya grogi, bangga. Kalau targetnya dari penampilan saya sendiri, bukan dari medali, saya bisa bermain bersih dan maksimal," kata Felda usai upacara penyerahan medali.
"Pertama kali masuk grogi, trus mikirin lompatan jadi ada takut, ada tekanan, takut kalau goyang," ucapnya.
Felda berikutnya masih akan tampil di nomor golok. Kali ini dia berharap bisa tampil lebih lepas dan siapa tahu, bisa menghasilkan medali yang lebih baik.
"Harapannya bisa lebih baik lagi dari hari ini ya. Bisa bermain lebih lepas lagi, nggak grogi, nggak takut lagi," ujar Felda.
(raw/krs)











































