Niza baru saja melengkapi koleksi medalinya dengan emas SEA Games 2017. Perempuan 21 tahun itu mendapatkannya di nomor nandao dan nangun, saat bertanding di KLCC, Selasa (22/8/2017).
Dalam pertandingan itu, Niza didukung langsung oleh orang tua dan kakaknya. Sang ayah, Wasit Amin, bercerita bagaimana Niza tertarik masuk ke dunia olahraga dan sudah menunjukkan jiwa kompetitif sejak belia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nah itulah awalnya dia masuk ke wushu. Karena geraknya di senam sejalan, jadi mudah ngikutinnya ke wushu. Dan keluarganya, abang-abangnya pun mendukung, jadi dia semangat."
"Masuk SD, masuklah dia ke senam. Di kelas satu dia juara itu, di Porseni. Sampai kemudian kelas tiga berangkat ke Semarang, udah juara dia itu, untuk Sumatera Utara tapi. Untuk Indonesia nggak pernah menang," dia menambahkan.
Menapaki prestasi memang butuh proses. Butuh waktu tak sebentar untuk Niza mulai berprestasi di tingkat nasional. Meski mengawali di senam, gelar nasional pertama bungsu dari enam bersaudara itu justru didapatkan dari wushu.
"Dia juara di Indonesia itu setelah di wushu. Pertama kali main, dia juara tiga itu, pertama kali di kejurnas Wushu. Sampai dia akhirnya juara dunia," ungkap Wasit, yang hampir selalu mendampingi sang putri bertanding.
"Tiga kali dia juara dunia. Kemudian waktu Asian Games kan dapat emas juga. Nah ini pertama kali SEA Games dapat emas. Udah lengkap lah. PON juga dapat emas," imbuhnya.
(raw/fem)











































