Transportasi Publik Manjakan Penonton di SEA Games 2017

Laporan dari Kuala Lumpur

Transportasi Publik Manjakan Penonton di SEA Games 2017

Rifqi Ardita Widianto - Sport
Jumat, 25 Agu 2017 16:47 WIB
Transportasi Publik Manjakan Penonton di SEA Games 2017
Transportasi publik mudahkan penonton SEA Games 2017 Kuala Lumpur pindah dari satu venue ke venue lain. (Rifqy Ardita/detikSport)
Kuala Lumpur - Kuala Lumpur sedang menggelar hajatan besar Asia Tenggara: SEA Games 2017. Kendati venue terletak di area berbeda, penonton dimudahkan untuk tur antar venue dengan transportasi publik.

Kecuali digelar terpusat di satu kompleks olahraga, ajang multi cabang memerlukan venue lain untuk menggelar pertandingan. Begitu pula SEA Games 2017 Kuala Lumpur mulai 19-30 Agustus ini. Selama 12 hari, Kuala Lumpur memanggungkan perebutan 404 medali emas dari 38 cabang olahraga. Ada sekitar 4.646 atlet dari seluruh negara Asia Tenggara terlibat di dalamnya.

Sebagian besar pertandingan SEA Games 2017 memang dihelat di satu tempat, seperti kompleks Bukit Jalil (aquatic, bulutangkis, atletik), MITEC (tinju, senam), dan Kuala Lumpur Exhibition Center (KLCC) (wushu, karate, billiar).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tapi, tak sedikit yang dilaksanakan di pinggiran Kuala Lumpur. Seperti, Putra Jaya (maraton) dan Selayang atau Shah Alam (sepakbola).

Nah, penonton pun mau tak mau harus kerap berpindah untuk menikmati olahraga yang diinginkannya, dengan jadwal yang seringkali mepet.

Cara paling mudah untuk bergerak dari satu lokasi ke lokasi lainnya adalah dengan transportasi online, yang memang kini sudah banyak tersedia. Dengan cara ini, penonton bisa langsung dijemput di lokasi dan diantarkan ke tempat tujuan.

Kekurangannya moda transportasi online adalah selama SEA Games 2017 ini, di beberapa arena seperti Bukit Jalil, akses masuk mobil umum dibatasi. Sehingga, mau tak mau penonton harus berjalan kaki untuk mencapai arena pertandingan.

Selain itu, moda transportasi online terbilang mahal terutama jika bepergian sendiri. Berbeda cerita jika penonton bepergian ramai-ramai.

Dari KLCC ke Stadion Selayang, yang merupakan markas Selangor FC, misalnya, dalam kondisi jalanan cukup lengang, butuh setidaknya 26 ringgit atau sekitar Rp 80 ribu. Sementara, saat lalu lintas padat plus banyak permintaan untuk angkutan online, harganya bisa mencapai 76 ringgit atau sekitar Rp 236 ribu!

Transportasi Publik Manjakan Penonton di SEA Games 2017Foto: Rifqy Ardita/detikSport


Untungnya, Malaysia mempunyai moda transportasi umum sehingga penonton SEA Games tak melulu harus mengandalkan angkutan online. Ada MRT, LRT, dan Monorel.

Salah satu keuntungannya adalah angkutan ini murah dan relatif bisa diandalkan soal kecepatan dan ketepatan waktu. Misalnya, untuk dari KLCC ke Bukit Jalil, hanya butuh 3,9 sampai 5 ringgit. Bahkan selama gelaran SEA Games, para pemilik kartu identitas yang terakreditasi untuk ajang ini bisa naik secara cuma-cuma.

Sementara, jika menggunakan angkutan online, bisa menghabiskan sampai 21 ringgit. Keuntungan lainnya, kalau menuju Bukit Jalil menggunakan MRT maka pengguna akan langsung sampai di dalam komplek stadion.

Nah, khusus Bukit Jalil sendiri arenanya memang cukup besar. Tapi, di sana sudah tersedia sepeda-sepeda yang bisa disewa secara online lewat aplikasi. Biayanya sekitar 1 ringgit.

Jika lokasi stasiun cukup jauh, biasanya ada bus feeder untuk menuju ke sana. Seperti di MITEC, yang rutin dilalui bus-bus ini untuk ke stasiun.

Untuk transportasi lain dari venue ke venue masih ada taksi berargometer. Taksi tentu saja berpotensi menguras kantong karena cukup mahal.

Yang membuat penonton SEA Games 2017 bisa lebih tenang, ada banyak volunteer atau relawan yang siap membantu di arena olahraga. Tanyakan saja ke mereka ke mana tempat yang dituju dan cara terbaik menuju ke sana, pasti akan dijelaskan dengan baik.

Dan tak perlu menggunakan bahasa Inggris kok, karena mereka bisa memahami bahasa Indonesia dengan cukup baik.

Dengan Indonesia tahun depan menggelar Asian Games di Jakarta dan Palembang, kira-kira bagaimana ya kesiapan dukungan transportasinya? Khususnya di Jakarta yang terkenal sangat macet.


(raw/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads