Di SEA Games 2017, timnas boling mempersembahkan enam medali untuk Indonesia; satu emas, dua perak, dan tiga perunggu. Satu-satunya medali emas dipersembahkan ganda putri Tannya Roumimper dan Sharon Adelina Luman Santoso usai mengumpulkan nilai tertinggi 2.561 poin. Hasil ini adalah best perfomance tim boling setelah terakhir kali dapat emas saat SEA Games 2007.
"Secara hasil 1 emas, 2 perak, dan 3 perunggu merupakan hasil yang baik sekali. Dilihat dari emas terakhir di SEA Games yaitu tahun 2007. Tentu prestasi yang terbaik dalam 10 tahun terakhir," kata Pelatih boling Thomas Tan kepada detikSport, Minggu (27/8/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami (sebenarnya) memiliki peluang untuk dapat emas di ganda putra dan master putri. Apalagi kemarin selisih pin dengan lawan hanya 30 pin di double putra dan 1 pin di master putri. Itu sangat dekat sekali. Tapi kembali lagi lawan memiliki pengalaman dan mental tanding jauh di atas atlet kami," ujarnya.
"Kami yakin jika mendapat support untuk memperbaiki kekurangan tersebut, maka Asian Games nanti kami pasti akan lebih baik dari SEA Games. Karena itu, sekembalinya ke jadwal latihan 4 September nanti kami akan mulai membenahi sistem sparring peboler di mana terlihat cukup banyak melakukan kesalahan di point tersebut. Di samping itu, fisik dan psikologis para atlet juga akan ditingkatkan," katanya.
Thomas juga berkaca perolehan medali Malaysia dan kesuksesan meraih gelar juara umum di cabang boling. Menurutnya, hal itu karena dukungan lebih dari seluruh pihak terkait untuk tim itu sendiri.
"Jika dilihat komposisi 1 team Malaysia tidak hanya terdiri dari pemain, tetapi pelatih, psikolog, nutrisi, dan fisiotherapy, semua mendampingi atlet baik ketika jam sesi latihan maupun pertandingan di luar," ucap dia.
"Nah, jika boling Indonesia mau berhasil, tentu harus bisa melakukan yang lebih baik dari team Malaysia kemarin. Dan kunci keberhasilan team putri mereka adalah ketika mereka mengikuti sirkuit women profesional bowling tour di Amerika."
"Sementara atlet kami hanya Tannya saja yang melakukan hal tersebut. Itu pun dengan mengeluarkan biaya sendiri selama kurun waktu 2.5 bulan untuk mengikuti sirkuit yang sama. Bisa dilihat capaian Tannya di SEA Games seperti apa, dan bisa dibayangkan jika 1 team boling Indonesia melakukan hal yang sama. Ya, ini adalah harapan kami menjelang menuju Asian Games 2018," tuturnya.
(mcy/krs)











































