Eko Yuli merebut perak di nomor 62kg yang dihelat di Hall 3 MITEC, Senin (28/8/2017) sore. Dia membukukan total angkatan 306 kg, hanya tertinggal 1kg dari atlet Vietnam Trinh Van Vinh yang merebut emas.
Eko Yuli sebenarnya sempat di atas angin, usai memimpin di angkatan snatch. Tapi, kemudian dia dilewati oleh Trinh pada angkatan clean and jerk. Trinh tampil impresif dan mengukir rekor dengan mengangkat beban seberat 172kg.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau shock sih enggak karena memang prestasi dia lebih bagus. Persiapan dia lebih bagus. Persiapan kita masih sekitar 90 persen kemarin. Ya kan kita belum tahu kan situasi di pertandingan ini, makanya sebelumnya belum berani ngasih target-target tertentu," ungkap atlet 28 tahun itu.
"Makanya di snatch kami minimal targetnya harus melewati 10kg (selisihnya). Tapi, kami ya nggak mungkin, karena di prestasi latihan pun belum mencapai segitu. Inipun kami ninggalin 5kg udah bagus. Nah, kami tahu di clean and jerk, kami memang belum pernah segitu," ujar Eko Yuli.
"Dia memang bagus. Tekniknya bagus, dia juga masih atlet baru juga, masih euforia untuk bertanding," imbuh Eko Yuli.
Eko Yuli mengungkapkan bahwa persiapan menuju SEA Games 2017 tak berjalan cukup baik untuk tim angkat besi. Selain tak punya tempat latihan permanen, soal nutrisi pun juga seadanya. Eko pun meminta maaf karena hanya mampu memberikan perak untuk Indonesia meski sudah berupaya keras.
"Yang terakhir aku minta maaf, udah perjuangan luar biasa untuk prestasi di tahun ini. Kalau memang belum memuaskan, saya pribadi dan tim memohon maaf. Karena memang persiapan tim Vietnam lebih baik dari kita, latihan mereka pun mungkin lebih keras," kata Eko Yuli.
(raw/fem)











































