Indonesia dipastikan gagal mencapai target 55 medali emas yang ditetapkan Satlak Prima di SEA Games 2017. Sampai Selasa (29/8/2017) malam jelang pergantian hari, Indonesia baru mengumpulkan 38 medali emas dan menempati urutan kelima.
Sementara di hari terakhir SEA Games 2017 yakni Rabu (30/8), hanya ada tujuh nomor final yang dipertandingan. Andai Indonesia bisa merebut semua medali emas di nomor tersisa pun, total raihan emasnya hanya akan mencapai 45 medali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keluhan serupa juga muncul dari cabang lain, seperti renang atau voli yang menyebut ujicoba ke luar negeri terlalu minim untuk bisa bersaing di level top.
Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot S. Dewa Broto mengakui, persoalan terlambat cairnya anggaran menuju SEA Games menjadi hambatan untuk para atlet. Hal itu dikarenakan adanya pemecahan satuan kerja di Kemenpora.
Mengingat tahun depan Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games, persoalan serupa dikhawatirkan akan terjadi. Tapi Gatot menjamin hal tersebut takkan terjadi lagi.
"Memang kami akui ya, suka tidak suka, langsung tidak langsung, hal ini berpengaruh ke performa atlet ya. Tapi untuk berikutnya itu tidak boleh terjadi," katanya usai menyaksikan laga Indonesia melawan Myanmar di stadion MPS Selayang, Selasa (29/8/2017).
"Sekarang kayak honor kan tidak ada persoalan lagi ya. Memang tempo hari ada persoalan, terlambat, numpuk-numpuk ya, sampai mereka baru beberapa bulan kemudian menerima."
"Kemudian masalah peralatan juga karena terlambat, dan kalau lelang normal juga sulit karena masalahnya waktu yang pendek. Untuk berikutnya, kami akan me-review apakah ada regulasi kami yang mungkin berpotensi menghambat."
"Kemudian untuk tahun depan, karena ada Asian Games, tidak ada alasan lagi di kami bahwa anggaran terlambat. Karena problem anggaran itu terkait dengan saat itu ada pemecahan satuan kerja di kami, sehingga anggaran yang harusnya cair di bulan Januari baru cair di April."
"Kalau nanti nggak boleh ada alasan. Karena tidak ada lagi pemecahan satker, itu sekarang sudah dipecah kok. Tidak akan terjadi lagi, kami pastikan," kata Gatot kepada para wartawan. (raw/mfi)











































