Tiga Besar di SEAG Manila, Harga Mati

Tiga Besar di SEAG Manila, Harga Mati

- Sport
Sabtu, 14 Mei 2005 16:09 WIB
Jakarta - Lima bulan menjelang pelaksanaan SEA Games XXIII/2005 Manila, persiapan kontigen Indonesia mulai mendapat sorotan. Target untuk tetap bertahan minimal di posisi tiga besar seperti di SEA Games XXII/Hanoi 2003 lalu, merupakan "harga mati" yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Β Β Β Β Bahkan, Menegpora Adhyaksa Dault, mengancam akan merombak sistem pembinaan olahraga di Indonesia, jika prestasi "merah-putih" di ajang pesta olahraga se-Asia Tenggara pada Nopember mendatang tidak menunjukan kemajuan yang berarti. "Kalau seandainya Indonesia gagal meraih hasil terbaik, misalnya terpuruk di peringkat lima perolehan medali di SEAG Manila, tentu saya akan melakukan perombakan besar-besaran terhadap pembinaan olahraga di Indonesia, akan kita cari tahu sebab-sebab kemunduran prestasi olahraga Indonesia di ajang SEAG, tapi ini seandainya Indonesia memang gagal di arena SEAG Manila 2005," tegas Adhyaksa di hadapan para wartawan, di Kantor Menegpora, Jakarta, Jumat (13/5/2005). Β Β Β Β Ancaman yang dilontarkan Menegpora tersebut merupakan akumulasi kekesalannya, melihat kinerja beberapa induk organisasi olahraga (PB) yang dinilai lambat dalam melaksanakan program Pelatnas sesuai jadwal yang diprogramkan KONI Pusat. "Kalau misalnya PB-PB tidak serius menjalankan pelatnas mereka, saya setuju dengan KONI Pusat untuk tidak memberangkatkan atletnya ke Manila, hanya buang-buang uang saja, sedangkan prestasi sama sekali tidak bisa diraih," ancamnya. Β Β Β Β Nada kekesalan yang sama, juga dilontarkan petinggi olahraga lainnya. Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Pusat, Djoko Pramono yang dikonfirmasi secaraterpisah, juga menyatakan kekesalannya, setelah mendapat laporan bahwa ada sejumlah organisasi olahraga yang hingga saat ini belum menjalankan Pelatnas. "Jika tidak serius kita akan berikan penalti tidak akan kita berangkatkan ke SEAG Manila," ancam Djoko yang tidak mau merinci cabang-cabang apa saja yang dimaksudnya itu. Menghadap PresidenΒ Β Β Β Sementara itu, ketika disinggung tentang perkembangan RUU Keolahragaan, Mengepora Adhyaksa Dault mengutarakan niatnya untuk segera menghadap PresidenSusilo Bambang Yudhoyono untuk membicarakan masalah RUU Keolahragaan yang hingga kini masih terus menjadi bahan pembicaraan di Komisi X serta Menteri Hukum dan HAM."Senin pekan depan, saya menghadap presiden agar Amanat Presiden (Ampres) RUU Keolahragaan minimal dapat segara turun pertengahan bulan Juni, sehingga semuanya menjadi jelas, selain itu, Menegora juga akan menggelar Rakornas Pora yang waktunya belum kita tentukan untuk mencari solusi yang tepat terhadap pembinaan olahraga di Indonesia," papar Adhyaksa.Apabila pada pertengahan Juni nanti Ampres juga tidak bisa keluar. Maka direncanakan akan menjadi hak inisiatif DPR untuk memproses RUU Olahraga. (erk/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads