DetikSport
Kamis 07 September 2017, 16:30 WIB

Isi Waktu Luang, Eko Yuli dan Deni Jadi Personal Trainer Angkat Besi

Mercy Raya - detikSport
Isi Waktu Luang, Eko Yuli dan Deni Jadi Personal Trainer Angkat Besi Deni usai meraih medali emas SEA Games 2017 Kuala Lumpur. (istimewa)
Jakarta - Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengisi waktu luang bagi para atlet. Eko Yuli Irawan dan Deni memilih untuk menjadi personel trainer dadakan.

SEA Games 2017 Kuala Lumpur baru saja rampung. Beberapa atlet yang bertarung di SEA Games telah kembali ke daerah masing-masing. Termasuk, lifter Deni dan Eko Yuli. Mereka mendapat jatah libur dari PB PABBSI hingga Oktober.

Untuk mengisi waktu, Eko Yuli dan Deni menjadi personel trainer angkat besi di kawasan Sudirman, Jakarta. Mereka menunjukkannya lewat akun instagram Deni @deni_lifter, Deni dan Eko membuka penerimaan murid diberikan program pelatihan Olimpiade selama dua pekan.

"Just info before me and @Ekopower62 back to national team. I will open @empirefitclub for olympic lifting programs, only for 2 weeks," tulis Deni.

Bagi Deni, pekerjaan sampingan sebagai personel trainer angkat besi bukan kali ini saja dia lakukan. Sebelumnya, untuk menutupi kebutuhan keluarganya setelah uang saku pelatnas tertunggak awal tahun 2017, dia menggelar kegiatan serupa.

"Ini cuma mengisi waktu luang saja lumayan mendapat uang tambahan. Saya juga mengajak Eko (Yuli Irawan) supaya bisa lebih mengenal di luar teman-teman angkat besi," kata Deni kepada detikSport, Kamis (7/9/2017).

Senada, peraih medali perak Olimpiade 2016 Rio de Janeiro, Eko Yuli Irawan, mencoba peruntungannya sebagai personel trainer mumpung waktu libur.

[Gambas:Instagram]

"Ya, coba-coba saja belajar. Siapa tahu ke depan bisa jadi pelatih angkat besi, kan bisa mulai dari sekarang," kata Eko terpisah.

Untuk bayarannya, Eko tak mematok harga tinggi. Dia bilang gajinya sama dengan rekannnya, Deni. Dari pekerjaan sampingan ini setidaknya keduanya digaji masing-masing Rp 1 juta untuk melatih satu orang secara pribadi. Sedangkan per kelompok (10 orang) setiap orang dipatok Rp 300 ribu selama 1 jam.

"Masalah harga kami sama saja tidak karena Olimpiade jadi beda. Ya diatur saja," ungkap dia kemudian tertawa.

"Mereka mungkin lebih kenal dengan Deni, sementara saya kan baru memulai melatih. Tapi bisa diatur lah. Yang jelas programnya lebih ke bagaimana cara angkatan untuk snatch, clean aand jerk seperti apa. Lebih ke dasar-dasarnya seperti apa," katanya.

"Maksimal 10 kali latihan cuma tidak menekan ke kliennya harus 10 sesi, minimal 5 sesi selama dua pekan. Karena dibuka juga untuk personal dan grup, di selang seling hari.

"Kami sudah izin dengan manajer tim (Alamsyah Wijaya). Memang untuk yang tidak ikut ke Asian Indoor and Martial Art Games 2017 di Turkmenistan, diberikan jatah libur. Jadi cara mengisinya dengan liburan ini," ucap Eko.



(mcy/fem)

Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed