DetikSport
Minggu 10 September 2017, 02:00 WIB

ISSI Akan Terapkan Sistem Poin Nasional untuk Seleksi Atlet

Mercy Raya - detikSport
ISSI Akan Terapkan Sistem Poin Nasional untuk Seleksi Atlet Foto: Dok. PB ISSI
Jakarta - Menjelang Asian Games 2018, cabang balap sepeda tak ingin setengah-setengah dalam mempersiapkan tim nasionalnya. Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB-ISSI) membuat terobosan dengan menerapkan sistem poin nasional.

Ketua Umum PB ISSI Raja Sapta Oktohari mengatakan selama ini perhitungan sistem poin atlet diambil dari Union Cycliste Internationale (UCI), sedangkan untuk sistem poin nasional tidak ada sama sekali sehingga membuat proses seleksi atlet jadi tidak lebih objektif.

"Bisa dibayangkan jika seleksinya hanya melihat dalam satu kejuaraan saja. Padahal, kita tidak tahu mungkin saja si atlet tidak dalam keadaan maksimal karena kondisi-kondisi tertentu. Seperti ada masalah di keluarga atau sakit sehingga penilaiannya pun jadi tidak objektif," kata Oktohari di sela rapat pleno PB ISSI di kawasan Kuningan, Sabtu (9/9/2017).

"Karena itu, nasional poin ini penting supaya pada saat seleksi kami bisa memilih adil. Paling tidak kami bisa memilih berdasarkan evaluasi dari lombanya selama beberapa waktu," katanya.

Tak hanya itu, menurut Okto, langkah ini juga sekaligus memacu atlet untuk berprestasi lebih baik lagi. Terlebih di level ISSI, pihaknya juga telah menetapkan empat target utama yaitu meloloskan lebih dari satu atlet ke Olimpiade 2020 Tokyo, Piala Dunia, Kejuaraan Dunia, dan Asian Games 2018.

"Nah, ini merupakan momentum dan 2018 adalah tahun awal pembukaan perhitungan poin untuk UCI menuju ke Olimpiade. Jadi ketika venue-venue balap sepeda sudah jadi, maka sistem poin nasional akan bermanfaat sekali. Terlebih kami sudah berkomitmen penuh untuk mengirim lebih banyak atlet ke Olimpiade 2020 Tokyo, dari sebelumnya hanya satu atlet di Rio de Janeiro," harap dia.

Tak hanya sistem poin nasional yang mulai diterapkan, ISSI juga akan membuat strategi khusus untuk pemenangan Asian Games 2018. "Kami akan melihat potensi yang ditawarkan, baik training camp maupun uji coba. Kami juga akan memaksimalkan wasit-wasit Indonesia untuk dilibatkan dalam Asian Games nanti.

"Selama ini, kami hanya punya satu komisier internasional yaitu Sondi Sampurno. Untuk wasit elite tidak ada tapi wasit nasional ada banyak. Karena itu kami berupaya agar lebih banyak mencetak komisier internasional karena ini penting."
(mcy/rin)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed