DetikSport
Senin 11 September 2017, 19:58 WIB

INASGOC Dikritik Tidak Efisien dan Terlalu Gemuk, Ini Penjelasan Erick Thohir

Mercy Raya - detikSport
INASGOC Dikritik Tidak Efisien dan Terlalu Gemuk, Ini Penjelasan Erick Thohir Foto: dok. INASGOC
Jakarta - INASGOC terlalu gemuk, tidak efisien, dan beberapa posisi diisi orang yang tak sesuai kapabilitasnya. Apa jawaban Erick Thohir terhadap kritik tersebut?

Dalam keterangannya, Erick Thohir mengatakan bahwa mekanisme pemilihan anggota INASGOC sudah sesuai dengan sistem yang mereka miliki.

"Tentu tidak boleh misalnya mendikotomi 'Oh, orang ini tidak bisa atau orang ini tidak bisa ini'. Tentu harus sesuai dengan petunjuk pelaksanaannya. Seperti Deputi 1 misalnya, itu masing-masing deputinya punya kriteria pemilihan sendiri. Artinya, jika bicara pembukaan dan penutupan, maka sudah pasti orang yang direkrut dari dibidangnya. Seperti keartisan, televisi, dan lainnya. Sementara di publikasi, kebanyakan dari media. Atau dari divisi sport tentu yang paham dengan olahraga," kata Erick di Wisma Kemenpora pada Senin (11/9/2017).



"Jadi menurut saya pertama, seleksi masing-masing dari kepanitiaan itu sudah ada sistemnya. Yang kedua, masing-masing deputi dan direktur punya acuan sendiri untuk masing-masing anggotanya. Tetapi saya pasti menjaga apa yang mereka rekomendasikan menjadi hal yang ke depan harus diperbaiki. Mungkin yang selama ini lebih independen, mungkin sekarang akan terkontrol. Tapi saya bilang tidak boleh prejudis juga," tambahnya.

"Saya juga lihat di kepengurusan INASGOC ini ada dari angkatan, ada dari swasta, birokrasi, dan ahli bidangnya. Tentu dinamika itu pasti terjadi. Tapi yang penting niatnya ingin menyukseskan Asian Games di segala bidang."

Meski begitu dia membenarkan jika ada pembengkakan jumlah panitia. Namun itu tak semata-mata memasukkan orang. Semua sesuai kebutuhan guna menyukseskan Asian Games.

"Pasti akan membenngkak karena dari jumlah panitia opening closing banyak yang terlibat," katanya.

" Tidak perlu jauh-jauh, acara countdown saja melibatkan 80 orang. Tapi jangan dibilang yang masuk SK itu adalah SK selamanya. Karena ada dua SK master dan SK ketika kegiatan berlangsung. Jadi ini perlu dijaga dinamikanya," terang Erick.

Selain itu yang harus dipahami, kata Erick, adalah jumlah kepanitiaan yang siifatnya fleksible. Bisa naik dan turun.

"Tapi akan ada panitia tetap juga yang dipilih dari sekarang sampai setelah selesai Asian Games sampai Desember, yang jumlahnya mungkin di bawah 500 orang karena mereka harus merapikan administrasi. Tapi kan ada yang bubar juga, seperti panitia pembukaan dan penutupan akan bubar. Jadi itu yang perlu diteliti. Jadi SK pasti akan membengkak dan akan ada yang bru lagi," ungkap dia.

Soal Anggaran INASGOC

Selain menyoroti masalah kepanitiaan yang membengkak dan kapasitas panitia penyelenggara Asian Games 2018 yang dipertanyakan, Komisi X juga menyoroti biaya gaji INASGOC yang mencapai Rp 200 miliar, dari mulai 2016 hingga akhir 2018.

Menurut Yayuk, anggaran yang dikeluarkan tidak sebanding dengan kondisi dukungan pendanaan atlet berprestasi Indonesia yang selalu dalam situasi kekurangan, keterlambatan dan tidak tepat sasaran.

"Tidak bisa dibandingkan apple to apple seperti itu," ucap Erick.

"Anggaran pelatnas itu angkanya (akan) jauh lebih besar dari itu, bisa ratusan miliar. Dan ingat kita juga ada test event, panpel mengeluarkan miliaran untuk membantu cabor," tambahnya.

Lagipula, kata Erick, pihaknya pun telah berupaya mengefisiensi anggaran yang dikeluarkan untuk Asian Games tahun depan. Salah satunya, test event yang sebelumnya Asian Youth Games, berganti test event Asian Games.

"Itu saja sudah berkurang berapa? Tak hanya anggaran tapi panitianya. Jadi saya mohon yang namanya mengkritisi itu biasa, bagus. Tapi saya minta bantuan juga bantu secara data kongkretnya."

"Makanya di statment saya bilang hati-hati uang saku atlet ada dua macam, uang saku pelatnas dan uang saku saat kegiatan. Ini yang harus dipahami dan cabor harus berperan untuk bicara dengan atlet. Karena takutnya jadi miss komunikasi," ucap dia.
(mcy/din)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed