DetikSport
Selasa 12 September 2017, 23:59 WIB

INAPGOC: Kalau Kesulitan soal Dana, Asian Para Games Dibatalkan Saja

Mercy Raya - detikSport
INAPGOC: Kalau Kesulitan soal Dana, Asian Para Games Dibatalkan Saja Foto: PB ISSI
Jakarta - Panitia Penyelenggara Asian Para Games (INAPGOC) mengultimatum pemerintah. Jika anggaran tak cukup, lebih baik multievent itu dibatalkan demi muka Indonesia di negara-negara Asia.

Hal itu diungkapkan Ketua INAPGOC Raja Sapta Oktohari, di sela-sela rapat dengar pendapat antara Kemenpora, INASGOC, Satlak Prima, INAPGOC, KONI, dan KOI dengan Komisi X di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, pada Selasa (12/9/2017).

Dalam pertemuan itu, Komisi X membahas terkait persiapan penyelenggaraan Asian Games dan Asian Para Games 2018. Untuk Paragames, INAPGOC menyampaikan bahwa anggaran yang telah disepakati pada tahun anggaran 2017 adalah sebesar Rp 86 miliar. Namun hingga kini pihaknya masih menunggu kejelasan.

Padahal Asian Para Games bukan merupakan kegaitan komersial, namun merupakan kegiatan sosial yang dalam pelaksanannya mengandalkan dana dari APBN. Sementara untuk tahun 2018, anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 826,3 miliar. Jumlah ini sudah banyak dikurangi dari pengajuan yang sebelumnya sebesar Rp 2,67 triliun.

"Jika ingin membandingkan penyelenggaraan PON Jabar saja menghabiskan Rp 1 triliun, sementara Asian Para Games jumlahnya tidak sampai sebesar itu. Artinya secara kualitas jauh di bawah PON Jabar. Tapi ini fakta anggaran yang kita dapatkan," kata Oktohari.

"Apakah boleh ditambahkan untuk anggaran INAPGOC ? Mumpung masih ada waktu kalaupun anggaran Rp 86 miliar belum bisa kami terima. Kami mohon kepada pimpinan, karena faktanya INAPGOC bila dipaksakan dengan merealisasikan Rp 826 miliar maka kualitasnya akan di bawah PON Jabar," katanya.

Okto, begitu Raja Sapta Oktohari karib disapa, tak mau mengambil risiko jika dananya memang amat minim. Sebab nantinya justru akan mencoreng muka Indonesia sendiri.

"Sarannya dibatalkan saja," kata bos Mahkota Promotion itu.

"Kenapa ada pemikiran kemungkinan dibatalkan, ya bila tidak ada anggaran jangan dipaksakan daripada menjadi bumerang. Kami mencoba membangunkan semua pihak untuk menyukseskan Asian Games dan Asian Para Games," tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Menpora Gatot S. Dewa Broto memahami keluhan ketua INAPGOC itu lantaran tekanan psikologis karena anggaran yang tak kunjung cair. Dia menyebut Kemenpora juga berupaya membantu agar anggaran-anggaran tak ada lagi yang terpotong.

"Saya kira tidak (batal) tetap jalan. Pertama karena itu satu paket (dengan Asian Games). Kedua, Bapak Okto mengucapkan itu secara psikologis kami bisa memahami karena dia ditunjuk sebagai ketua INAPGOC itu Juni lalu. Bisa dibayangkan, ditunjuk bulan Juni dan di depan mata kasnya nol," kata Gatot.

"Kami sudah pernah mendengarkan keresahan itu. Maka itu saya kemukakan angka Rp 86 miliar yang diusulkan tidak ada satu sen pun yang kami potong, meski itu diambil dari realokasi dana olympic centre sebesar Rp 465 miliar. Beda dengan usulan KOI, usulkan Rp 50 miliar tapi jadi Rp 5 miliar."

"Tapi memang kendalanya realokasi itu adalah berkaitan pada fungsinya. Jadi angka Rp 465 miliar itu tidak seluruhnya fungsinya di pendidikan, tetapi sebagian ada di fungsi pariwisata. Kami konsultasi dengan dirjen anggaran dan mereka bilang itu tergantung dewan (DPR) karena Menteri Keuangan sudah menyetujui realokasi," ucap dia.
(mcy/raw)

Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed