DetikSport
Rabu 13 September 2017, 19:19 WIB

Emilia Nova Bangun Kos-kosan dan Jualan Bahan Makanan dari Bonus PON

Mercy Raya - detikSport
Emilia Nova Bangun Kos-kosan dan Jualan Bahan Makanan dari Bonus PON Emilina Nova (Mercy Raya/detikSport)
Jakarta - Atlet sapta lomba, Emilia Nova, memanfaatkan bonus PON untuk berinvestasi. Dia membangun kos-kosan dan membuka usaha berjualan bahan makanan.

Emilia tampil cemerlang pada cabang olahraga atletik di Pekan Olahraga nasional (PON) 2016 Jawa Barat. Emilia memboyong tiga medali emas, dari nomor 100m gawang putri, 4x100m estafet, dan sapta lomba putri.

Selain itu, atlet DKI Jakarta tersebut berhasil memecahkan beberapa rekor. Emilia mengukir rekor nasional milik baru pada sapta lomba dan dua kali rekor PON 100m lari gawang.

Sukses itu diganjar bonus dari KONI DKI senilai Rp 800 juta dan Ketua Umum PB PASI, Bob Hasan. Emilia memanfaatkan bonus itu untuk membangun kos-kosan seluas 67 meter persegi yang di kawasan Palmerah, Jakarta Selatan. Dia mengenalkan kos-kosan itu kepada publik pada Rabu (13/9/2017) dan dihadiri Bob Hasan, Sekretaris Jenderal PB PASI Tigor Tanjung.

"Pelatih saya (Ongki Fitrihariyadi) yang kasih ide ini. Katanya daripada habis untuk yang tidak jelas, jadi lebih baik membangun usaha kos-kosan. Saya pikir oke banget, apalagi sebelumnya rumahnya cuma satu lantai saja dan tempatnya juga strategis. Jadi pas lah," kata Emilia kepada pewarta.

"Awalnya saya beli rumah dulu. Dulu kan mengontrak Rp 25 juta, lalu dibeli Rp 630 juta. Kemudian saya renovasi habis Rp 300 juta. Tapi, ini belum sama perabotan atau isi di dalam kosan, makanya kemarin minta dari Bapak Bob Rp 75 juta hasil dari pecah rekor. Jadi baru Emil saja yang diberikan bonus ini, atlet lainnya belum," kata gadis kelahiran 20 Agustus 1995 ini.

Kosan yang dimiliki Emil terdiri dari empat kamar seluas 3x4 meter persegi. Untuk per kamarnya, Emil mematok harga Rp 1 juta. Jumlah itu sudah termasuk fasilitas Air Conditioner (AC) kamar mandi di dalam, tempat tidur, dan satu lemari pakaian. Sementara untuk listrik pakai token.

"Tadinya mau dipatok Rp 1,5 juta. Tapi mama bilang kasihan kemahalan, makanya dibuat Rp 1 juta. Saat ini baru satu kamar yang sudah ditempati. Sisanya masih belum," ujarnya.

Selain buka usaha kos-kosan, mahasiswa semester sembilan jurusan pendidikan kepelatihan olahraga di Universitas Negeri Jakarta ini, ternyata juga membuka usaha bahan makanan olahan, seperti nugget dan minuman-minuman dingin. Untuk usaha dia membeli dari satu perusahan yang menjual beragam olahraga makanan dan minuman sebesar Rp 6,9 juta.

"Untuk usaha ini sudah jalan tiga pekan. Pilih produk makanan karena peluangnya lumayan. Jadi orang-orang yang ingin beli nuget atau apa daripada ke supermaket, Emil jual dan lebih murah."

"Dengan usaha ini saya pikir bagus untuk ke depannya bagi kami, sorang atlet. Jadi ada pendapatan lah dan bagus untuk memotivasi saya lebih mandiri," harap dia.

Ke depan, kata Emil, jika ada rezeki dia ingin membeli rumah di kawasan tertentu. "Belum bidik kawasannya tapi minimal yang bisa masuk mobil," katanya.

Sementara itu, Ketua Umum PB PASI, Bob Hasan, mengapresiasi upaya atletnya untuk membuka usaha. Menurutnya, hal ini bagus untuk memotivasi atlet lebih mandiri.



(mcy/fem)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed