DetikSport
Rabu 13 September 2017, 23:01 WIB

Tim Atletik Mulai Program Asian Games pada Pertengahan Oktober

Mercy Raya - detikSport
Tim Atletik Mulai Program Asian Games pada Pertengahan Oktober Foto: Sigid Kurniawan/Antara Foto
Jakarta - Tim atletik Indonesia saat ini diistirahatkan usai tampil di SEA Games 2017 Kuala Lumpur. Mereka hanya diperbolehkan melakukan aktivitas non-atletik.

Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) saat ini mengistrahatkan atletnya dari seluruh kegiatan berkaitan program latihan atletik. Mereka mendapat keleluasaan untuk melakukan kegiatan lain seperti bersepeda, hiking, renang, hingga bermain tenis sampai masuk program latihan menuju Asian Games 2018 pada medio Oktober nanti.

"Sekarang kami off season, jadi nanti pertengahan Oktober sampai November kami mulai lagi. Sekarang mereka istirahat aktif, mereka boleh melakukan kegiatan sepeda, hiking, berenang, tenis, pokoknya yang bukan atletik," kata Sekretaris Jenderal PASI, Tigor Tanjung, di kawasan Pal Merah, Jakarta, pada Rabu (13/9/2017).

"Kemudian masuk dalam periodesasi program persiapan umum, persiapan khusus, lalu pra kompetisi, kompetisi, lalu puncaknya di Asian Games 2018," tambahnya.

Di Asian Games, atletik menjadi salah satu cabang yang diandalkan menyumbang medali. Satlak prima memproyeksikan atletik meraih satu medali emas untuk sementara ini.

Tigor mengatakan untuk bersaing di Asian Games sebenarnya sulit. Namun dia menegaskan saat ini fokusnya bukan soal memetik hasil semata melainkan menanam bibit untuk ke depannya.

"Kami ingin yang junior ini terus dikembangkan. Kami tidak ingin terus menatap Asian Games. Sama seperti kami menatap SEA Games, harus senior terus. Harus ada regenerasi. Maka itu, di Kuala Lumpur hampir 62 persennya adalah atlet muda dan baru pertama kali turun di SEA Games," katanya.

"Sejauh ini anak-anak junior kami tempa, sementara untuk senior kami akan lihat yang bersaing. Bisa lihat di Asian Games 2014, atau Kejuaraan Asia kemarin di India, misalnya apakah enam besarnya masih bisa masuk ke sana. Karena jika yang senior tidak mampu bersaing lebih baik kami turunkan yang junior," ujarnya.

Soal lokasi latihannya, Tigor menyebut, selama Stadion Madya belum selesai. Maka para atlet akan tetap terpisah-pisah. Stadion Madya direnovasi dalam rangka persiapan Asian Games 2018. Sejauh ini, PASI menyiapkan atletnya di empat lokasi berbeda, yaitu Rawamangun, Pangalengan, Bali, dan Stadion Atletik Pakansari, Bogor.

"Kami inginnya di Stadion Madya, tetapi jika stadionnya belum selesai, ya kami akan tetap tercerai berai seperti ini. Tidak ada opsi lain," ungkapnya.
(mcy/raw)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed