DetikSport
Jumat 15 September 2017, 00:10 WIB

'Satlak Prima, Berhenti Menyalahkan Banyak Pihak'

Mercy Raya - detikSport
Satlak Prima, Berhenti Menyalahkan Banyak Pihak Foto: Sigid Kurniawan/Antara Foto
Jakarta - Pakar olahraga Djoko Pekik Irianto meminta Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) untuk tidak terus membela diri atas kegagalan Indonesia di SEA Games 2017 Kuala Lumpur.

Indonesia mencatatkan prestasi terburuknya di sepanjang sejarah SEA Games pada gelaran di Malaysia lalu. Satlak Prima pun mendapat sorotan tajam dan bakal dievaluasi besar-besaran oleh pemerintah.

Satlak Prima sebelumnya menyebut melesetnya target Indonesia di SEA Games 2017 dikarenakan program yang tidak berjalan maksimal. Tidak maksimalnya beberapa program, menurut Satlak Prima, bukan seluruhnya kesalahan mereka.


Menanggapi persoalan ini, Djoko menilai Satlak Prima sebaiknya berhenti membela diri. Satlak Prima disarankan untuk langsung mengalihkan fokus ke Asian Games 2018.

"Satlak Prima tidak perlu terus membela diri atas kegagalan SEA Games dengan menyalahkan banyak pihak. Lagipula tidak elok Satlak Prima ikut-ikutan menyalahkan pemerintah. Satlak Prima itu milik pemerintah bentukan Prima (Perpres No. 15 tahun 2016). Jadi jika Satlak Prima menyalahkan pemerintah/Kemenpora itu amat lucu," kata Djoko kepada detikSport, Kamis (14/9/2017).

"Jadi lebih baik sudah tinggalkan perkara SEA Games, ayo hadapi Asian Games, patuhi Perpres," ujar dia kemudian.


Personel Satlak Prima Cukup 30 Orang

Tak hanya soal hasil SEA Games, Djoko juga mengkritik jumlah personel Satlak Prima yang masih terlalu gemuk. Meski jumlahnya sudah diklarifikasi menjadi 80 orang, Satlak Prima dinilai masih perlu mengurangi personelnya.

"Benar terlalu besar. Personel Satlak Prima cukup 30 orang yang kompeten. Jika perlu tenaga teknis, (sebaiknya) bentuk adhoc-adhoc," saran dia.

"Dengan catatan, personalia/administrasi keuangan kan sudah melekat di Kemenpora, jadi tidak perlu lagi bagian itu di Satlak. Intinya, Satlak tidak perlu urus administrasi, fokus ke treatment program atlet dan pelatih," imbuhnya.


(mcy/nds)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed