DetikSport
Jumat 15 September 2017, 20:00 WIB

Masih Butuh Perbaikan Catatan Waktu, tapi PB ISSI Kantongi Data Lawan

Mercy Raya - detikSport
Masih Butuh Perbaikan Catatan Waktu, tapi PB ISSI Kantongi Data Lawan Foto: dok PB ISSI
Jakarta - Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) menuai pengalaman berharga dari kejuaraan Dunia Balap Sepeda Gunung (MTB) di nomor downhill. Apa saja?

Dalam Kejuaraan Dunia MTB downhill di Cairns, Australia, 6-10 September, PB ISSI mengirimkan empat pebalap, Tiara Andini Prastika, sebagai peringkat ketiga Kejuaraan Asia, serta Popo Aryo Sejati, Khoiful Mukhib, dan Hildan Afosma Katana.

Tiara finis di urutan ke-14 di antara 22 pebalap putri dalam persaingan sepanjang 1,9km pada suhu 25 derajat celcius, dengan catatan waktu 4 menit dan 41,899 detik. 13 pebalap yang berada pada peringkat di atasnya berasal dari Eropa. Pesaing di level Asia hanyalah rider Thailand, Deekabales Vipavee, dengan catatan waktu 4 menit dan 50,633 detik.

Pada persaingan putra, Popo berada di urutan ke-55 dengan catatan waktu 3 menit dan 51,699 detik. Afos berakhir pada urutan ke-59 dengan waktu 4 menit dan 2,266 detik dan Khoiful ke-63 dengan waktu 4 menit dan 32,816 detik. Pesaing-pesaing di level Asia tak terpaut jauh dengan Yuki Kushima dari Jepang di urutan ke-56, Kazuki Shumizu (57), dan Hajime Imoto (64). Sementara, Thailand di peringkat ke-66 atas nama Suebsakun Sukchanya.

Hasil itu menjadi evaluasi PB ISSI untuk menyiapkan atlet ke Asian Games 2018.

"Yang pertama, ini adalah sejarah dalam mountain bike, Indonesia turun di kejuaraan dunia dalam sepanjang sejarah. Bagi Tiara, ajang ini adalah event berlevel dunia yang pertama untuk dia, Mukhib, dan Afos. Dulu Afos pernah turun di Belgia tapi tidak berlomba dengan pebalap papan atas dunia seperti sekarang. Sementara, Popo sudah beberapa ikut Piala Dunia," kata manajer tim balap sepeda, Budi Saputra, saat dihubungi detikSport, Jumat (15/9/2017).

"Pada saat time session kami bermain aman saja dan memang berada di bawah Jepang semua. Tetapi begitu final, mereka betul-betul nge-push hasilnya memang secara mental Popo matang, tak ada masalah. Tapi kendalanya adalah mereka belum terbiasa di trek high speed dan Indonesia belum ada itu. Dari awal tim diberangkatkan ke sana adalah untuk melihat peta kekuatan dari Jepang dan Thailand. Karena ini ke depannya untuk persiapan Asian Games juga," ujarnya.

"Jadi evaluasinya dengan ditargetkan dua emas Asian Game oleh Satlak Prima di nomor downhill. Saya dalam waktu ke depan akan mengirim mereka untuk berkompetisi di level dunia. Mungkin saya akan ambil satu atau dua seri world cup yang saya ikuti. Tapi sebelumnya mereka akan ikut di serinya New Zealand dan Australia. rencananya akhir tahun ini," sebut dia.

"Prioritas Satlak Prima tiga orang (Nining Purwaningsih, Tiara, dan Popo) tetapi kalau memungkinkan semua akan kami berangkatkan. Sebelum itu, kami juga akan kirim mereka training camp lebih dulu di Champ, Missouri, Amerika Serikat, kemudian bergeser ke Victoria. Nanti kami akan kirim proposal ke Prima. Semoga bisa berangkat semua," Budi menjelaskan.



(mcy/fem)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed