Raih Gelar Honoris Causa, Menpora Bercerita Soal Cita-citanya Jadi Guru

Raih Gelar Honoris Causa, Menpora Bercerita Soal Cita-citanya Jadi Guru

Mercy Raya - Sport
Jumat, 15 Sep 2017 20:38 WIB
Raih Gelar Honoris Causa, Menpora Bercerita Soal Cita-citanya Jadi Guru
Foto: Kemenpora
Jakarta - Menpora Imam Nahrawi meraih gelar Honoris Causa di bidang kepemimpinan berbasis agama. Gelar tersebut didapat Menpora dari UIN Sunan Ampel Surabaya.

Pengukuhan gelar honoris causa tersebut dilakukan pada Rapat Terbuka Senat UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA) di Sport Center, UINSA, Surabaya, Kamis (14/9). Acara pengukuhan disaksikan oleh Rektor UINSA Abd A`la beserta para promotor dan guru besar UINSA.

Dalam sambutannya, Imam bercerita soal pendidikannya saat di bangku kuliah di mana dia mengambil jurusan Pendidikan Bahasa Arab. Imam mengaku sama sekali tidak terbayang menjadi menteri, lantaran cita-citanya justru jadi guru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Raih Gelar Honoris Causa, Menpora Bercerita Soal Cita-citanya Jadi GuruFoto: Kemenpora


"Anugerah gelar akademik Doktor Honoris Causa ini sungguh di luar ekspetasi saya. Dulu, saya hanya bercita-cita menjadi seorang guru. Itulah sebabnya saya memilih masuk Fakultas Tarbiyah Jurusan Pendidikan Bahasa Arab di kampus ini," ucap Imam.

"Namun, perjalanan hidup saya justru mengantarkan saya menjadi seorang politisi. Saya tidak menyesal, justru saya bersyukur, karena jalan saya ini telah membuat saya memiliki kesempatan yang lebih luas untuk berguru sekaligus menjadi guru bagi kehidupan yang lebih riil dan lebih kompleks," tambahnya.

Meski kini tidak lagi menuntut ilmu secara formal di kampus, Imam menyebut proses belajarnya terus berjalan. Sementara soal cita-cita menjadi guru, siswanya kini malah berjumlah lebih banyak, terkait dengan kementrian yang dia pimpin.

Raih Gelar Honoris Causa, Menpora Bercerita Soal Cita-citanya Jadi GuruFoto: Kemenpora


"Sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, kampus saya sekarang terbentang dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote."

"Mahasiswa saya jumlahnya 63 juta pendukuk yang tersebar di seluruh Indonesia dengan berlatar belakang suku, agama, ras dan golongan. Sungguh sebuah pengalaman yang tak bernilai bagi saya," tuturnya. (mcy/din)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads