DetikSport
Selasa 19 September 2017, 19:51 WIB

Satlak Prima Melunak soal Restrukturisasi, asal...

Mercy Raya - detikSport
Satlak Prima Melunak soal Restrukturisasi, asal... Ilustrasi: Eko Yuli Irawan, lifter yang diharapkan cemerlang pada Asian Games 2018. (Wahyu Putro A/Antara Foto)
Jakarta - Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) menerima secara usulan Kemenpora untuk merestrukturisasi timnya dengan syarat.

Satlak Prima diwacanakan akan direstrukturisasi menyusul kegagalan Indonesia di SEA Games 2017 Kuala Lumpur. Indonesia meraih prestasi terendah sepanjang sejarah dengan hanya meraih 38 medali emas.

Akibat kegagalan ini, sorotan tajam mengarah kepada Satlak Prima. Ada yang mewacanakan satuan itu dibubarkan, namun ada juga yang mengatakan cukup untuk merestrukturisasi orang-orang di dalamnya.

Menpora Imam Nahrawi sendiri mengatakan sudah mengevaluasi Prima secara keseluruhan, termasuk berencana memangkas jumlah personel dari sebelumnya 80 orang menjadi 30 orang.

"Sudah (saya evaluasi). Saya minta Prima dari 90 personel menjadi maksimal 30 orang, semua pangkas. Pertimbangan jangan lagi ada dobel anggaran dan sumber daya manusia yang ada di PB maupun di Prima," kata Imam di Wisma Kemenpora, Selasa (19/9/2017).

"Selama dua bulan akan kami lihat bagaimana. Apa yang sudah saya perintahkan dilaksanakan atau tidak," menteri asal Bangkalan itu menambahkan.

Terpisah, Ketua Satlak Prima Achmad Soetjipto menerima secara terbuka usulan Menpora. Hanya dia juga perlu dijelaskan terkait pertimbangan memangkas timnya.

"Satlak Prima sekarang terdiri dari hampir 80 orang, di antaranya adalah tenaga sport scientist, terdiri dari pelatih strenght and conditioning, pelatih-pelatih fisik. Lalu ada recovery team, masseur, terapist, biomechanical, dokter, psikolog, hampir lebih dari separuhnya. Sementara sisanya, tenaga-tenaga staf administrasi, yang membantu kami membuat laporan, buat data base, ditambah tenaga yang memonitor semua kegiatan melalui aplikasi android," Soetjipto membeberkan.

"Tetapi, jika ingin direstrukturisasi harus bicara dengan saya, harus beberkan semuanya. Tugas pokok dan fungsinya kita buka, dilihat relasi dari badan-badan itu. Silakan dinilai apakah pemborosan tenaga manusia dan perlu dirampingkan, silakan. Tapi ingat, setiap upaya perampingan, ada efek dan akibat," Soetjipto mengungkapkan.



(mcy/fem)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed