DetikSport
Rabu 20 September 2017, 12:17 WIB

Menuju Asian Games 2018: Jangan Sampai Pelatnas Angkat Besi Musafir Lagi

Mercy Raya - detikSport
Menuju Asian Games 2018: Jangan Sampai Pelatnas Angkat Besi Musafir Lagi Eko Yuli Irawan menjadi salah satu andalan Indoensia ke Asian Games 2018 Jakarta-Palembang. (Wahyu Putro A/Antara Foto)
Jakarta - PB PABBSI tak ingin setengah-setengah mempersiapkan lifter menuju Asian Games 2018 Jakarta-Palembang. Mulai 1 Oktober, angkat besi menggeber latihan di Jakarta.

Eko Yuli Irawan dkk. akan segera kembali masuk pemusatan latihan nasional (pelatnas) untuk menghadapi Asian Games yang bergulir mulai 18 Agustus -2 September 2018. Itu demi memenuhi target satu medali emas yang sudah dipatok.

"Memang untuk Asian Games ini kami ditargetkan satu medali emas. Sementara, di ajang itu pula kami sendiri belum pernah mencapainya, paling mentok perak dan perunggu. Tetapi, kami sudah mempersiapkan program, tidak hanya sampai Asian Games ini, melainkan Olimpiade 2020 Tokyo," kata Ketua Umum PB PABBSI Rosan P. Roeslani kepada detikSport, Rabu (20/9/2017).

"Untuk pelatnas sebenarnya kami sudah berkesinambungan. Dalam arti, sejak sebelum Olimpiade 2016 Rio de Janeiro pun kami menyiapkannya. Tetapi, untuk ke depan mungkin lebih ke pemanfaatan dokter nutrisi, suplemen dan vitamin yang ditambah, juga me-manage bagaimana si atlet jangan sampai mengalami cedera, penggunaan pelatih asing, hingga memastikan kenyamanan atlet selama berlatih," Rosan menjelaskan.

Selain itu, berkaca pelaksanaan pelatnas SEA Games 2017 Kuala Lumpur, Rosan menghindari pelatnas misafir menuju Asian Games 2018 itu. Menurut rencana, PABBSI memboyong seluruh atletnya untuk berlatih di Jakarta mulai 1 Oktober. Kebetulan, dirinya mendapat tempat pemusatan latihan yang lengkap untuk memenuhi kebutuhan atletnya selama persiapan.

"Ya, alhamdullilah mulai 1 Oktober ini sampai 2020 kami akan pindah ke salah satu tempat di kawasan Jakarta Pusat. Tapi, saya belum bisa menyebutkan namanya karena penandatanganan nota kesepahamannya akan dilakukan pekan depan," kata Rosan yang juga seorang pengusaha bidang penasihat keuangan itu.

"Kami menyewa tapi mereka menyediakan tempat latihan, wisma atlet, tempat sauna, jadi semua terinteggrasi di sana. Tempatnya bagus. Kami sendiri sudah uji coba membanting lantainya dengan besi dan kuat tidak seperti di Cibubur yang langsung retak," ujar dia kemudian.

Selain memusatkan latihan di Jakarta, PABBSI juga telah menyiapkan sejumlah agenda uji coba dan training camp yang diikuti atletnya selama setahun menuju Asian Games ini. "Pasti akan ada cuma detailnya saya kurang hafal," ucap dia.

Hasil SEA Games Jadi Pelajaran Tim Angkat Besi

Meski sukses meraih juara umum di SEA Games 2017 Kuala Lumpur, dengan membawa pulang dua medali emas dari Deni (69kg) dan I Ketut Ariana (77kg), dan dua perak dari Eko Yuli Irawan (62kg) dan Surahmat (56kg), PABBSI tidak sepenuhnya puas. Mereka terus mengevaluasi diri, utamanya soal mental dan penerapan strategi di lapangan.

"Ya kami sudah melakukan evaluasi dan memang ada faktor yang awalnya kami yakin Eko (Yuli Irawan) emas, tapi kecolongan. Kami tidak menyangka angkatan terakhirnya atlet Thailand, dia menaikkan sampai 10 kg dan berhasil. Di luar dugaan," kata Rosan.

"Ini artinya apa? kembali lagi di angkat besi strategi sangat penting. Kami melihat ada yang sudah stabil seperti Eko , tetapi ada beberapa yang perlu dimantapkan lagi mentalnya. Walau secara teknis mereka mumpuni, tapi secara mental dan strategi itu yang harus kami bina terus untuk hasil yanglebih baik ke depan," ujarnya.



(mcy/fem)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed