DetikSport
Rabu 20 September 2017, 12:40 WIB

Menpora: Hanya 20 Cabang Olahraga ke Asian Games 2018

Mercy Raya - detikSport
Menpora: Hanya 20 Cabang Olahraga ke Asian Games 2018 Menpora Imam Nahrawi (Dok. Kemenpora)
Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi membatasi hanya 20 cabang olahraga yang mengisi kontingen Indonesia ke Asian Games 2018. Dia tak ingin ada lagi pembengkakan skuat seperti SEA Games 2017 Kuala Lumpur.

Kontingen Indonesia ke SEA Games 2017 mengalami pembengkakan, dari rencana hanya 250 atlet menjadi 533 atlet. Itu belum tambahan dari 109 atlet dari cabang olahraga mandiri. Dengan lebih dari 100 persen tambahan atlet, Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) keberatan beban sendiri. Sudah begitu hasil SEA Games pun sangat buruk, terburuk sepanjang sejarah keikutsertaan Indonesia di SEA Games sejak 1977.

Menpora Imam tak ingin kejadian serupa terulang. Dia pun membatasi hanya 20 cabang olahraga yang akan mengisi kontingen Indonesia di Asian Games 2018.

"Saya tidak sebut cabor mana, tapi cabor yang benar-benar potensial. Jadi, yang dikirim untuk baik untuk uji coba dan training camp hanya yang potensial," kata Imam di Wisma Kemenpora, Selasa (19/9/2017).

"Nantinya, pelaksanaan try out ini tidak hanya sebulan, tetapi minimal 6 bulan. Baik dihitung berdasarkan tahun sisa anggaran 2017 maupun 2018," politisi PKB itu melanjutkan.

Menpora sekaligus menyampaikan proses pengajuan uji coba tak akan serumit persiapan SEA Games 2017. Nanti, pengajuan bisa langsung melalui Kemenpora, bukan lagi Sekretaris Negara.

"Ke depan prosedurnya cukup dengan tanda tangan Menpora saja," ujar menteri asal Bangkalan ini.

"Selain itu, ke depan harus mengurangi birokrasi olahraga yang begitu panjang, dri menteri lalu ke cabor. Baik itu nanti efektivitas dan efisiensi di Prima sendiri, maupun cara kerja Prima berkomunikasi dengan cabang olahraga, harus lebih fleksibel dan terbuka karena cabor harus kita berikan porsi yang lebih besar," Imam menjelaskan.

Satlak Prima Akan Berkantor di Kawasan Cibubur

Tak hanya soal urusan atlet dan cabang olahraga, Menpora juga ingin Satlak Prima berkantor di Pusat Permberdayaan Pemuda dan Olahraga Nasional di kawasan Cibubur agar pengawasannya bisa lebih mudah.

"Jadi seluruh rekam medik atlet dipusatkan di sana. Pemanfaatan sport science di sana, tes fisik, dan psikologis di sana, sehingga ke depan kita punya data base tentang rekam jejak mereka, sejak sekarang sampai berikutnya," tutur Imam.

Sementara, untuk atlet pelapis, pemerintah akan memanfaatkan fasilitas bekas PON seperti di Jawa Barat dan Jakabaring sehingga tidak lagi pelatnas tersebar di banyak tempat.

"Kecuali cabor dengan pelatnas sendiri, seperti voli, badminton, tapi yang lain harus ikuti apa yang sudah diputuskan," imbuhnya.



(mcy/fem)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed