DetikSport
Rabu 20 September 2017, 18:59 WIB

Karate Tunggu Komando Satlak Prima untuk Pelatnas Asian Games 2018

Mercy Raya - detikSport
Karate Tunggu Komando Satlak Prima untuk Pelatnas Asian Games 2018 Karateka putri Indonesia Srunita Sari Sukatendel (kanan) akan menjadi andalan Indonesia di Asian Games 2018. (Wahyu Putro A/Antara Foto)
Jakarta - Tim nasional karate Indonesia belum mau mengumbar rencana programnya menuju Asian Games 2018. Mereka bilang masih menunggu komando dari Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima).

Satlak Prima telah menetapkan 19 cabor yang dinilai berpeluang mempersembahkan medali emas. Salah satunya karate, yang diproyeksikan untuk menyumbangkan satu medali emas. Meski sudah memiliki target jelas, karate belum bisa memulai pelatnas. PB FORKI memilih untuk menunggu SK atlet Asian Games diterbitkan.

"Ya, kami tunggu saja SK itu benar tidak. Asian Games itu kan tidak main-main 45 negara. Jika Prima bilang 1 Oktober kita tunggu lah. Lagipula, saat ini anak-anak masih off saat ini," kata manajer tim pelatnas karate Zulkarnaen Purba kepada detikSport, Rabu (20/9/2017).

Dikatakan Zulkarnaen, PB FORKI sampai saat ini sudah menyiapkan program yang akan dijalankan dengan kuota 26 atlet dari 13 cabang yang dipertandingkan. Namun, dia enggan menyebutkan karena masih menunggu kejelasan anggaran.

"Kami ada program tetapi kami juga perlu dukungan sepenuhnya dari Prima, perpanjangan dari Kemenpora," ujar dia kemudian.

Zulkarnaen punya alasan berkata demikian. Pria asal Sumatera Utara ini tidak ingin kejadian persiapan SEA Games yang compang camping berulang kembali di Asian Games ini. Maka itu, dia berharap ada perubahan di tubuh Satlak Prima itu sendiri.

"Tahu sendiri persiapan SEA Games carut marut. Jika SEA Games kemarin saja seperti itu, apakah di Asian Games bisa merubah kebiasaan itu. Ini kan semua jual kecap?" dia membeberkan.

"Yang sekarang kami bingung adalah kapan kami dikomandokan untuk jalan? Yang kedua, siapa yang bertanggung jawab di SEA Games kemarin? Apakah orang-orang seperti itu masih dipertahankan? Jika tidak, lakukan restrukturisasi," dia menyarankan.

"Minimal jika Achmad Soetjipto ingin tetap dipakai ya kabinetnya harus diubah dengan jumlah personel yang juga dikurangi. Masalah inisiatif, kami, tim karate tidak perlu dituntut karena komitmen kami kuat. Program kami sudah komplet tinggal bagaimana dukungannya," dia menambahkan.
(mcy/fem)

Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed