DetikSport
Jumat 22 September 2017, 18:59 WIB

PASI Datangkan Pelatih Jalan Cepat Dunia, Ini Komentar Hendro Yap

Mercy Raya - detikSport
PASI Datangkan Pelatih Jalan Cepat Dunia, Ini Komentar Hendro Yap Hendro Yap berhasil meraih medali emas dari jalan cepat 20km SEA Games 2017 Kuala Lumpur. (Sigid Kurniawan/Antara Foto)
Jakarta - PB PASI berencana menambah konsultan untuk jalan cepat, Jose Antonio Carrillo. Pemilik emas SEA Games 2017 Kuala Lumpur, Hendro Yap, antusias.

Menghadapi Asian Games 2018 Jakarta dan Palembang, Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) akan merekrut Carrillo, sosok yang tak asing bagi Hendro.

Ya, Hendro berlatih di bawah pengawasan Carillo bersama-sama juara dunia jalan cepat 2014 dan juara Eropa 2015, Miguel Angel Lopez, di MBA Sports Management Master Universitas Katolik Murcia, dalam persiapan menuju SEA Games 2017. Hendro terdaftar sebagai mahasiswa strata 2 (S2) dii universitas tersebut.

Dari latihan di Spanyol itu, Hendro berhasil meraih medali emas 20km putra. Dia sekaligus memecahkan rekor SEA Games berumur 18 tahun di nomor tersebut.

"Saya latihan sama mereka dari sejak 2016. Menurut saya, jika ingin mendatangkan pelatih luar tidak masalah. Itu malah bagus, tetapi alangkah baiknya, namanya mengembangkan olahraga jalan cepat Indonesia, pelatih lokal dan atlet-atletnya dilibatkan. Jadi, komunikasi untuk meningkatkannya," tutur Hendro dalam obrolan dengan detikSport, Jumat (22/9/2017).

"Kalau buat saya, (keberadaan pelatih asing) dampaknya lebih ke pelatih lokal. Jadi, program latihan saya dengan Jose bisa lebih dikomunikasikan dengan pelatih saya (Heri Surahno).

"Dampak ke saya tentu ada, karena pelatih saya bisa komunikasi dengan dia. Soalnya, pelatih saya sendiri bilang, 'Hendro ilmu saya sudah tidak sampai ke kamu sekarang,' Karena pengalaman saya kemarin di Spanyol, Korea, dan Jepang, jadi pelatih saya sudah tidak mampu buat programnya," Hendro menjelaskan.

Manfaatkan untuk Penyegaran Pelatih

"Kalau yang saya dapatkan hanya teknik. Bedanya, kalau latihan di Indonesia, tidak dapat latihan otot-otot yang spesifik untuk jalan cepat. Otot dari paha, pinggul tulang kering, dan bahu juga.

"Di sana saya latihan teknik dan latihan penguatan dasar-dasarnya untuk jalan cepat. Jadi lebih spesifik," kata Hendro

Saatnya PASI Lebih Intens Sosialisasi ke Daerah

Selain pelatih asing, menurut Hendro, PASI dan pemerintah harus mulai membangun fasilitas untuk berlatih jalan cepat. Sebab, bahkan sebagai atlet nasional dia tak memiliki fasilitas latihan yang memadai.

"Menurut saya bukan hanya mendatangkan pelatih saja, tetapi juga sosialisasi ke masyarakat. Selama ini hal itu yang kurang dan seharusnya kepada anak-anak sekolah juga mulai diajarkan minimal dasar-dasarnya. Tapi bukan dari guru olahraganya melainkan ahlinya," kata Hendro.

Waktu yang Tepat untuk Membangun Fasilitas Ideal Jalan Cepat

"Di Indonesia itu tidak ada sama sekali pendukungnya untuk nomor jalan cepat seperti alat-alat latihan dan trek yang cocok sekali. Kami di Pangalengan saja merasa sangat kurang. Selain karena jalannya rusak, treadmill tidak ada, trek yang berbatu dan itu sangat tidak mendukung," Hendro membeberkan.

"Nah, untuk saya sendiri tempat satu-satunya yang saya datangi di Gunung Kidul, Wonosari, Yogyakarta. Di sana sebenarnya tidak lengkap, tapi layak lah ketimbang Pangalengan," ujar dia.

Di Yogyakarta, Hendro berlatih dengan dua atlet junior, yaitu Yosep Yap (DKI Jakarta) dan Violine Intan (Jambi). Mereka diharapkan lima tahun ke depan sudah bisa bersaing di kancah internasional.



(mcy/fem)

Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed