DetikSport
Jumat 22 September 2017, 20:30 WIB

Hendro Membangun Trek ke Asian Games 2018 Sejak di Kuala Lumpur

Mercy Raya - detikSport
Hendro Membangun Trek ke Asian Games 2018 Sejak di Kuala Lumpur Hendro Yap, peraih emas jalan cepat 20km (Sigid Kurniawan/Antara Foto)
Jakarta - Atlet jalan cepat nasional, Hendro Yap, berharap mendapatkan kepercayaan untuk mewakili Indonesia ke Asian Games 2018. Masuk pelatnas atau tidak, dia bakal tetap berlatih keras.

Hendro menjadi salah satu penyumbang medali emas di SEA Games 2017 Kuala Lumpur. Dia menjadi yang tercepat di nomor jalan cepat 20km putra dengan catatan waktu 1 jam, 32 menit, dan 11 detik. Dengan torehan waktu itu, dia sekaligus memecahkan rekor SEA Games yang sudah berumur 18 tahun milik Harbans Singh Narinde.

Medali emas itu menjadi koleksi ketiga yang dibuatnya dari tiga kali SEA Games beruntun. Tapi, Hendro sejatinya justru tak dijagokan saat tampil di SEA Games 2017 Kuala Lumpur. Namanya, tak masuk perhitungan PASI untuk menyumbangkan medali emas.

Waktu penentuan target, PASI Tak memiliki catatan waktu riil Hendro. Sebab, Hendro berada di Spanyol untuk kuliah.

Tapi, rupanya, justru di kampusnya, MBA Sports Management Master di Catholic University of Murcia, dia berada dalam satu klub dengan juara dunia 2014 dan juara Eropa 2015, Miguel Angel Lopez, yang ditangani oleh Jose Antonio Carrillo.

Dengan modal itu, diam-diam Hendro mulai membangun keinginan bsia mewakili Indonesia di Asian Games 2018. Mumpung Indonesia menjadi tuan rumah.

Dari perhitungannya, hanya medali emas SEA Games yang bisa menjamin dia untuk setidaknya meyakinkan PASI kalau dia masih bisa dipercaya dalam skuat Timnas.

Kini, emas sudah di tangan. Hendro makin detail menghitung peluang di Asian Games 2018. Hendro berharap masuk skuat Indonesia ke Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang. Jika lolos, Hendro tak akan turun di nomor 20km, tapi 50km.

"Persiapan saya masih menjaga kondisi saja sembari menunggu SK keluar," kata Hendro kepada detikSport, Jumat (22/9/2017).

"Saya lebih memilih ke nomor jalan cepat 50 km karena saya yakin atlet Asia di Indonesia akan sulit untuk menjaga daya tahan tubuhnya karena beda kelembapannya," ujar alumni Universitas Pendidikan Indonesia Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan kemudian.

"Begitu sebaliknya jika nomor 20 km, saya yang justru akan sulit mendapatkan medali. Sementara jika jaraknya lebih panjang karena sudah biasa dengan kelembapan di Indonesia otomatis peluang saya lebih besar dari yang lain. Jadi saya harap bisa sumbang medali di Asian Games nanti," ungkap atlet 27 tahun itu.

Hanya saja, Hendro, mengatakan butuh dukungan untuk mewujudkan prestasinya tersebut. Terutama soal administrasi yang lebih fleksibel untuk atlet.

"Administrasi lebih fleksibel jangan kaku. Jadi kalau atlet latihan uang makan cepat dicairkan, uang saku. Yang kedua, penuhi kebutuhan atlet sarana prasarana, nutrisi, permudah izin latihan. Selain itu, saya harap ada keterlibatan wasit jalan cepat dalam latihan," Hendro membeberkan.

"Indonesia itu punya wasit loh yang biasa turun di Olimpiade, namanya Bapak Sagirto. Makanya saya butuh kemampuan belum dalam mewasiti persiapan saya di Asian Games," ujar dia.

Training Camp ke Jepang

Hendro berencana melakukan uji coba dan training camp di Jepang pada Maret 2018. Dia tetap akan mengasah kemampuannya meskipun tak dibiayai oleh federasi.

"Rencana tahun depan ke Jepang, terlepas dibiayain atau tidak saya akan tetap jalan Maret nanti," kata Hendro.

Hendro akan memboyong tiga atlet junior ke negeri Sakura itu untuk mengikuti International challenge.

"Rencananya tiga atlet, dua putra dan satu putri," ujar dia.



(mcy/fem)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed