Nomor Taekwondo di Asian Games 2018 Diubah, PB TI Pesimistis Raih Emas

Nomor Taekwondo di Asian Games 2018 Diubah, PB TI Pesimistis Raih Emas

Mercy Raya - Sport
Rabu, 27 Sep 2017 16:45 WIB
Nomor Taekwondo di Asian Games 2018 Diubah, PB TI Pesimistis Raih Emas
(Sigid Kurniawan/ANTARA FOTO)
Jakarta - Pengurus Besar Taekwondo Indonesia pesimistis bisa meraih medali emas di Asian Games 2018. Mereka kecewa karena kelas-kelas yang dipertandingkan bukan lah nomor Asia.

Indonesia mengusung target 20 medali emas di Asian Games 2018 dan berharap finis 10 besar. Taekwondo menjadi salah satu cabang yang diharapkan bisa sumbang medali, minimal satu emas.

Namun, target itu terpaksa dikubur dalam-dalam karena hanya ada 12 kelas yang dipertandingkan (delapan kyorugi dan empat poomsae. Angka itu menurun ketimbang usulan PB TI, 16 nomor. Mereka menilai perwakilan panitia penyelenggara Asian Games (INASGOC) dalam general assembly OCA di Ashgabat, Turkmenistan, 20 Agustus telah gagal bernegosiasi untuk meloloskan nomor-nomor andalan Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketua Harian 1 PB TI, Zulkifli Tanjung, menilai cabor tidak dilibatkan oleh INASGOC dalam mengambil keputusan nomor-nomor pertandingan itu.

"Kami dari taekwondo sangat kecewa terhadap keputusan Olympic Council of Asia (OCA) yang disetujui oleh INASGOC. Sejak awal, sebenarnya sudah disepakati 16 nomor, bahkan pada pertengahan Mei 2017 OCA sudah berkirim surat kepada kami, yang diberikan oleh INASGOC kepada kami. Di sana tertulis telah diputuskan 16 kelas Asia yang dipertandingkan. Tetapi kemudian berubah kembali. Lebih aneh lagi, empat kelas putra dan empat kelas putri kyorugi itu nomor Olimpiade dan kami tidak punya atletnya sama sekali," kata Zulkifli kepada detikSport pada Rabu (27/9/2017).

"Ini bukan lagi dibohongi sebenarnya tetapi mengkhianati Indonesia sendiri. INASGOC hanya ingin sukses penyelenggaraan sendiri. Sementara prestasi tidak. Padahal pesan bapak Presiden RI Joko Widodo jelas, ada sukses prestasi dan penyelenggara. Kami cukup kecewa dengan keputusan itu dan tidak ada koordinasi sama sekali dengan cabor," ujar dia.

PB TI sejak awal menargetkan dua medali emas dari nomor kyorugi dan poomsae. Namun dengan perubahan kelas ini mereka pesimistis semua itu bakal tercapai, bahkan satu medali emas pun.

"Ya bubar dong. Bagaimana kami dapat medali emas. Sekarang begini yang kami siapkan A, tapi tiba-tiba yang dipertandingkan B. Apakah kami harus mempermalukan atlet di negaranya sendiri?" ujar dia.

Karena itu, setelah ini PB TI akan berkirim surat kepada INASGOC untuk melayangkan protes serta meminta negosiasi ulang.

"Kami akan minta keputusan ini diubah. Kami sudah mempersiapkan atlet sejak empat tahun lalu dari sejak SEA Games Singapura hingga Asian Games loh," ujarnya.

(mcy/fem)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads