DetikSport
Kamis 05 Oktober 2017, 01:43 WIB

Stadion Panahan yang Kini Ramah Atlet Difabel

Mercy Raya - detikSport
Stadion Panahan yang Kini Ramah Atlet Difabel Lapangan panahan kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta. (Hasan Al Habsyi/detikSport)
Jakarta - Stadion panahan kompleks Gelora Bung Karno (GBK) dirombak total. Perubahan paling mencolok terlihat dengan munculnya ramp yang mengakomodasi disabilitas.

Stadion panahan menjadi salah satu venue yang direnovasi dalam menyambut pesta olahraga Asian Games dan Asian Para Games 2018. Dimulai Agustus 2016, stadion dengan luas 15.750 meter persegi tersebut akhirnya rampung Agustus.

Engineering kontraktor Jaya Kontruksi, Robby Kurniawan, mengatakan stadion selesai 100 persen dan sudah diserahterimakan kepada pihak Kementerian PU PR pada Agustus 2017.

Bahkan, Selasa (3/10), ketua Dewan Pengarah Asian Games sekaligus wakil presiden Jusuf Kalla, ditemani Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Ketua Panitia Penyelenggara Asian Games (INASGOC) Erick Thohir datang untuk melihat kondisi terbaru stadion tersebut.

JK mengungkapkan kepuasannya dan saking antusiasnya malah sempat mencoba memanah di lapangan panahan GBK saat itu juga.

"Konsepnya lebih ke desain and do. Jadi selama membangun tetap ada perubahan dalam perencanaannya," tutur Robby kepada detikSport.

Seperti yang terpantau detikSport, beberapa perubahan terlihat cukup signifikan pada stadion tersebut. Dari segi fasilitas tribune penonton yang awalnya menggunakan beton sebagai alas duduk, kini menggunakan single seat dengan tambahan tribun VIP. Letaknya berada di lantai dua. Di lantai itu juga sudah dilengkapi dengan ruang monitoring.

Stadion Panahan yang Kini Ramah Atlet DifabelFoto: Taufik-detikcom

Sementara khusus lantai satu, konsep ruangan dibuat lebih luas. Di lantai dasar itu, dibangun ruang doping (medichal chek up), mushola, hingga dua ruang ganti atlet putra dan putri yang terbagi di dua sisi, serta satu toilet untuk atlet difabel, serta dua toilet lainnya untuk umum.

Desain panahan juga mengacu kepada peruntukan Asian Games 2018, tampak pada lapangannya yang kini menyesuaikan dengan standar internasional. Selain rumput yang digunakan sama seperti rumput Stadion Utama GBK Zoysia matrella atau rumput manila, ada perbedaan pada paving untuk garis tembak (shooting line) yang berjarak 70 meter, kemudian panjang line 100 meter. Sementara lebar paving dari lapangan selebar 15 meter.

"Kami sudah menyesuaikan dengan permintaan dari PP Perpani dan INASGOC terkait hal tersebut," sambung Robby.

Yang menarik dari stadion panahan ini juga adalah penambahan ramp yang terpisah dari bangunan stadion panahan. Ramp itu berbentuk landasan berbalik arah yang menembus ke area tribun penonton di lantai 2.

"Dulu kan memang belum ada. Sekarang kami buat untuk mempermudah atlet-atlet difabel. Tak hanya itu, untuk tempat duduknya juga kami sediakan space kosong untuk empat seat di luar tribun normal," tuturnya.

"Di samping itu kami juga menyediakan toilet khusus untuk penyandang disabilitas di lantai dasar untuk mempermudah atlet," Robby mengungkapkan.



(mcy/mrp)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed