Permohonan tersebut diajukan Imam lewat surat kepada Presiden OCA Sheikh Ahmad Al Fahad Al Sabah tertanggal 9 Oktober 2017. Dalam surat tersebut tertulis, Indonesia mengapresiasi soal kesepakatan dengan OCA di Ashgabat, Turmenistan, 22 September, tetang telah ditetapkannya 40 cabang olahraga yang akan dipertandingkan pada Asian Games 2018. Sebanyak 40 cabor itu sudah termasuk cabang roller sport dan penambahan disiplin cabang martial art yaitu sambo dan kurash.
Imam pun merespons dengan meminta agar OCA juga memenuhi permintaan penambahan nomor pada tiga cabang olahraga Asian Games 2018 oleh Indonesia. Nomor-nomor itu dari panahan, panjat tebing dan taekwondo. Untuk panahan, kemenpora mengajukan tambahan tiga nomor compound; tunggal putra dan putri, serta campuran. Kemudian, panjat tebing meminta tambahan empat nomor, yakni speed world dan speed classic (perorangan putra dan perorangan putri). Serta, dua nomor kyorugi putra kelas 54 kg dan 63kg dan dua nomor kyorugi putri 46 kg dan 53 kg pada taekwondo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, beberapa cabang olahraga mengaku kecewa dengan perubahan nomor pertandingan di Asian Games 2018. INASGOC secara resmi mengumumkan Asian Games 2018 akan memperebutkan 462 emas dari 40 cabang olahraga. INASGOC menyatakan sudah tak ada peluang untuk menegosiasikan cabang olahraga dna nomor lagi. Pernyataan itu menuai pro dan kontra. (mcy/fem)











































