Ketua INAPGOC, Raja Sapta Oktohari, mengatakan, sampai kini anggaran Asian Para Games belum ada kepastian lantaran pembahasan anggaran tahun 2017 sebesar Rp 86 miliar untuk Asian Para Games dengan Komisi X DPR yang tadinya akan digelar 11 Oktober mundur menjadi 16 Oktober.
"Mengenai anggaran yang Rp 86 miliar baru ada kabar begitu (waktu pembahasan mundur), tapi belum ada kepastiannya padahal waktu terus berjalan," kata Okto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Satu yang paling difokuskan adalah games support yang terdiri dari sosialisasi dan pembuatan materi iklan.
"Ini penting karena pembuatan iklan membutuhkan waktu yang tidak sebentar dan kami sangat mengharapkan hasil yang maksimal dari semua materi ini, baik audio maupun visual. Supaya bisa segera dipasang di radio, televisi, bioskop, maupun videotron," Okto membeberkan.
"Tetapi karena biaya placement-nya belum ada ya jadi kami pakai yang paling murah dulu sampai yang paling gratis," katanya.
Kemenpora sendiri sempat berencana melakukan revisi anggaran di Deputi III, khususnya dana Museum Olahraga di Taman Mini Indonesia Indah yang tidak sempat digunakan senilai Rp 20 miliar, dan mengalihkannya ke INAPGOC. Hal ini untuk mengantisipasi anggaran Rp 86 miliar telat cair, sementara waktu penyerapan juga semakin mendesak.
"Untuk dana Rp 20 miliar on progress dan harusnya sudah oke karena anggarannya sudah ada di Kemenpora. Sejauh ini di setiap pertemuan pun hampir tidak ada resisten. Jadi mestinya oke (tidak ada masalah)," ucap Okto.
(mcy/mfi)











































