KONI Tak Masalah Tidak Masuk RUU Olahraga
Kamis, 26 Mei 2005 19:00 WIB
Jakarta - Ketua Umum KONI Pusat Agum Gumelar mengaku tak mempermasalahkan jika KONI tidak tercantum dalam Rancangan Undang-undang Olahraga. Yang terpenting tugas KONI bisa berjalan dengan baik. Merespon surat rekomendasi Menteri Hukum dan HAM yang meminta untuk tidak mencantumkan istilah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) ke dalam rumusan RUU tentang keolahragaan, Agum Gumelar sebagai ketua KONI menyatakan tidak mempermasalahkannya. Pasalnya, peranan dan tugas KONI sebagai badan yang memfasilitasi pengiriman atlet dan induk organisasi ke multievent internasional maupun nasional merupakan kepanjangan tangan dari International Olympic Comitee (IOC). Langkah untuk tidak mencantumkan KONI dalam RUU Olahraga malah dianggap Agum sebagai hal yang tepat. Karena jika dicantumkan dan kemudian hari KONI berubah nama, maka imbasnya Undang-undang olahraga tidak bisa berjalan. "No problem, jika KONI tak tercantum dalam RUU. Jika nama KONI berubah dan UU telah disahkan maka jadi tidak berjalan. KONI sendiri bukan bertanggung jawab dalam pembinaan olahraga, yang memegang peran adalah induk-induk organisasi cabang olahraga," jelas Agum kepada wartawan di kantornya di Senayan, Kamis (26/5/2005)."KONI bertugas memfasilitasi dan mengkoordinir pembinaan agar lebih terarah. Jadi pembinaan sebenarnya berada di tangan induk-induk organisasi (PB-PB). Lewat KONI sebagai wakil IOC mengirimkan atlet ke SEA Games, Asian Games atau Olimpiade. Ya sulit dong kalau KONI dihapuskan, Indonesia tidak bisa mengirimkan pejuang-pejuangnya," tambah Agum. Rakornas Menpora Disambut Hangat Sementara itu mengenai rencana digelarnya Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Menpora Adhyaksa Dault pada Juni mendatang, Agum meyambut baik. Dikarenakan momen itu merupakan waktu yang tepat untuk menyatukan visi dan misi pembinaan prestasi olahraga Indonesia."Rakornas diharapkan bisa menyatukan visi dan misi pembinaan olahraga. Lewat pembahasan RUU Olahraga nanti akan ada 1 kesamaan. Pasalnya persepsi orang kan beda-beda, lihat saja kalian (wartawan)," canda Agum."Yang terpenting adalah aspirasi yang sudah lama kita inginkan adanya payung olahraga (Menpora) telah dikabulkan oleh pemerintah. Dengan demikian kendala dana yang menjadi ganjalan bisa teratasi. Prestasi itukan mahal," tandasnya. (erk/)










































