DetikSport
Sabtu 21 Oktober 2017, 14:40 WIB

Satlak Prima Dibubarkan, Koni: Yang Punya Keahlian Akan Direkrut Kembali

Mercy Raya - detikSport
Satlak Prima Dibubarkan, Koni: Yang Punya Keahlian Akan Direkrut Kembali Foto: Dok. Instagram @dianandach
Jakarta - Terbitnya Peraturan Presiden (Perpres ) Nomor 95 tahun 2017 tentang Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional, berdampak pada pembubaran Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas.

Kini tugas Satlak Prima dialihkan kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia. Induk organisasi dari seluruh cabang-cabang olahraga ini dilibatkan secara langsung untuk mengawasi persiapan atlet elite menuju Asian Games 2018. Lantas bagaimana nasib para anggota Satlak Prima setelah dibubarkan?

Ketua KONI Tono Suratman mengatakan kelanjutan nasib dari para personel Satlak Prima bukan menjadi kewenangannya. KONI hanya dilimpahkan tugas oleh pemerintah yang selama ini dikerjakan oleh Satlak Prima. Namun, dia tak menutup peluang jika ada penambahan dari personel, asal personel yang diambil adalah orang-orang yang benar-benar ahli. Semisal pakar nutrisi.



"Jika memang bagus kenapa tidak (direkrut)?" kata Tono kepada detikSport, Sabtu (21/10/2017).

Sehubungan dengan itu, Tono juga pede dengan kemampuan para personelnya. KONI yang sudah 79 tahun membina atlet dan memberi penataran bagi KONI provinsi, dituturkan Tono, sejatinya sudah punya pengurus yang ahli. Termasuk sport science, dan kebutuhan lainnya terkait pembinaan atlet.

"Selama ini kami sudah bekerja walau Prima ada, seperti melakukan pembinaan dan penataran koni-koni provinsi. Sehingga ada PON, Popnas, dan lainnya. Itu tugas kami kan sportscience. Jadi sebenarnya bagi saya malah lebih sederhana dengan jumlah yang ada. Artinya tidak mengeluarkan biaya banyak lagi untuk membayar (menggaji personel) dan tidak gemuk, serta mempercepat birokrasi juga," Tono menjelaskan.

Selain itu, hampir seluruh personel KONI merupakan pengurus cabang olahraga juga. Sehingga proses pengawasan dan kontrol bisa lebih terintegrasi ke depannya.

"Dari 40 cabang ada sekitar 25 cabor jika kalau tidak salah. Jadi lebih terintegrasi lah," ucapnya.

Menyoal adanya usulan dari Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk memasukkan mantan Ketua Satlak Prima Achmad Soetjipto sebagai dewan penasihat. Tono masih mempertimbangkannya.

"Bahasa arahan dari Bapak Wapres (Jusuf Kalla) memang demikian. Tetapi keputusannya tetap ada pada kami. Tapi bukan berarti tidak bisa, hanya tidak secara otomatis juga masuk dalam organisasi," ucap dia.
(mcy/din)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed