Tak Peduli Pembubaran Satlak Prima, Pelatnas Taekwondo Jalan Terus

Tak Peduli Pembubaran Satlak Prima, Pelatnas Taekwondo Jalan Terus

Mercy Raya - Sport
Selasa, 24 Okt 2017 20:45 WIB
Tak Peduli Pembubaran Satlak Prima, Pelatnas Taekwondo Jalan Terus
Pelatnas taekwondo jalan terus. (Grandyos Zafna/detikSport)
Jakarta - Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PB TI) tak terpengaruh pembubaran Satuan Pelaksana Prima (Satlak Prima). Pelatnas taekwondo jalan terus.

Taekwondo sudah membangun pelatnas jangka panjang menuju Asian Games 2018. Setelah kompleks Gelora Bung Karno (GBK) direnovasi, taekowndo menggelar pelatnas di Cibubur.

Usai menjalani SEA Games 2017 Kuala Lumpur, pelatnas taekwondo langsung bergulir lagi. Kepala Bidang Pembinaan Prestasi Olahraga Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PB TI), Rahmi Kurnia, tak menghentikan pelatnas karena dengan pertimbangan menjaga perfoma atlet yang sudah dibangun sejak dua tahun lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pembinaan ini sudah lama, sejak 2015 dan golnya Asian Games. Kami tidak mau dong target yang ditancapkan jadi sia-sia dengan adanya kisruh pembubaran Prima. Pokoknya taekwondo jalan terus lah dan kami yakin pasti ada solusinya. Nyatanya, kemarin tidak ada akomodasi yang belum cair kami jalan terus karena kami yakin akan diganti. Jadi biasa saja," kata Rahmi kepada detikSport, Selasa (24/10/2017).

Takwondo ditargetkan satu medali emas di Asian Games 2018. Dengan menanggung beban sebagai penyusun program dan anggaran, PB TI optimistis bakal mewujudkan tersebut asal kebutuhan atlet terpenuhi.

"Bagi saya (PB TI), yang penting, pembinaan atlet. Saya maunya semua berjalan baik dan lancar. Jadi, apa yang menjadi kebutuhan atlet terpenuhi. Karena itu sudah menjadi ranahnya PB. Jadi, jika atlet harus latihan dan try out. Itu harus ada," Rahmi menjelaskan.

"Tetapi, karena masih masa transisi (dari Prima ke KONI, Kemenpora, cabang olahraga) kami memaklumi untuk membuat program baru. Proposal lagi. Saya berpikirnya lebih kepada berproses. Karena, pasti ada waktunya untuk ini itu," ujarnya lagi.

Rencana Prancis Open dan Uji Tanding dengan Tim Korea

Malah, PB TI telah menyiapkan dua agenda untuk uji coba atlet pelatnasnya. Yakni, tampil di Prancis Open 2017 dan uji tanding dengan tim Korea di Jakarta.

menurut Rahmi, Timnas taekwondo berangkat ke Prancis pada 14 November. Total anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 300 juta. Jumlah itu untuk membiayai delapan orang, yang terdiri pelatih dan atlet.

"Saat ini kami tinggal uji coba ke Prancis Open 2017. Kami sudah mendapat nota dinas dari Sekretaris Menpora (Gatot S. Dewa Broto), saat ini tinggal menunggu dari Sekretaris Negara dan pencairan dananya," Rahmi membeberkan.

Selain Prancis, rencananya PB TI juga akan mengundang tim Korea untuk melakukan training di Indonesia.

"Karena awalnya kami baru akan try out pada tahun depan. Makanya, di Desember ini kami mau undang mereka dan akan dibuat seperti uji tanding. Jadi bisa kami manfaatkan daerah untuk uji coba sehingga manfaatnya lebih banyak," ujar dia.

"Kami serahkan proposal kepada Satlak Prima, karena ini masa transisi dan pengajuannya langsung ke Deputi IV Kemenpora. Kebetulan, kami juga sudah mendapat penjelasan bahwa program Prima masih terus berjalan. Jadi tunggu saja nanti seperti apa," kata Rahmi. (mcy/fem)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads