Acara penandatangan perjanjian kerjasama Asian Games Organizing Committe (Inasgoc) dengan BUMN dilakukan di kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (25/10/2017).
"Saya berterima kasih tadi total di tandatangani kurang lebih Rp 500 Miliar. suatu jumlah yang cukup besar dewasa ini, terima kasih sekali lagi kepada BUMN. Tadi daya dibisikin 450 BUMN dan lain lain kecil kecil. Semuanya sudah mencapai Rp 500 miliar dan itu sangat membantu," ucap Jusuf Kalla dalam rilis yang diterima detikSport.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harus logo indonesia karena Ini ditonton nanti 4 miliar kali orang, kira-kira setidak-nya satu miliar orang nonton. Asian Games inii pesta olahraga kedua setelah olimpiade," kata JK.
Dikatakannya, ada tiga landasan pokok penyelenggaraan Asian Games, pertama sarana, penyelenggaraan, lalu prestasi. Selain itu, sarana Asian Games juga akan disponsori oleh BUMN dengan skema belanja modal.
"Artinya kalau bikin wisma atlet yang begitu banyak untuk 10.000 orang setelah selesai akan dipakai oleh dalam negeri. Jadi belanja modal. Begitu juga renovasi," ujarnya.
Untuk investasi lainnya, seperti transportasi light train, diperkirakan akan membutuhkan biaya triliunan rupiah sehingga membutuhkan dana dari dalam dan luar negeri. Pemerintah juga telah menganggarkan biaya Rp 5 trilun dari APBN untuk pelaksanaan Asian Games.
"Kita tak ingin persiapan kita seperti Sea Games. Triple sukses ini penting. Infrastruktur, penyelenggaraan dan prestasi walaupun infrastrukturnya, penyelenggaraan tak bagus akan dicela orang," kata JK. (mcy/din)











































