Asian Para Games 2018 akan digelar pada 8-16 Oktober di Jakarta. Namun, hingga kini persiapannya tersendat. Dana Asian Para Games belum juga cair bahkan sampai hari ini. Padahal, untuk tahun 2017, Komisi X DPR RI telah menyetujui realokasi anggaran Olympic Center sebesar Rp 86 miliar untuk keperluan Asian Para Games.
Kementerian Pemuda dan Olahraga melalui Deputi III juga telah berinisiatif mencairkan Rp 20 miliar dengan cara melakukan revisi anggaran di Deputi III, khususnya dana Museum Olahraga di Taman Mini Indonesia Indah yang tidak sempat digunakan dan mengalihkannya ke INAPGOC. Hal ini untuk mengantisipasi dana Rp 86 miliar telat cair, sementara waktu penyerapan juga semakin mendesak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sampai hari ini belum ada uang. Sekarang begini yang Rp 86 miliar jika cairnya pada November, penyerapannya bagaimana? Sampai sekarang saja belum cair. Jadi ini serius tidak," kata Ketua INAPGOC, Raja Sapta Oktohari, kepada pewarta pada Kamis (26/10/2017).
"Kami sudah melakukan berbagai persiapan dan rapat untuk mempersiapkan semua. Sekarang tinggal dananya yang tidak ada. Harusnya ini menjadi concern bersama, tapi ini kelihatan tidak pada serius menjadi tuan rumah Asian Para Games," tambah Okto.
Kondisi INAPGOC semakin tak menentu setelah anggaran tahun 2018 yang hanya disepakati Rp 826,3 miliar. Jumlah ini sudah banyak dikurangi dari pengajuan yang sebelumnya sebesar Rp 2,67 triliun.
"Memang sudah diketok angkanya. Tetapi kami (INAPGOC) kan juga sudah bilang tidak mungkin melaksanakan acara ini dengan anggaran Rp 826 miliar. Buat apa kita buat acara ujung-ujungnya disalahkan orang. Tidak bener kan?" ujar Okto.
"Kami juga sudah berupaya untuk mengindentifikasi ulang segala kebutuhan Asian Para Games, kami sudah koordinasi juga dengan INASGOC untuk beberapa persiapan total angka yang dibutuhkan yaitu Rp 1,6 triliun. Tapi yang diterima hanya Rp 826 miliar. Jika jumlahnya hanya sebesar itu hampir pasti acaranya berantakan," kata dia.
(mcy/mfi)











































