Imbauan itu disampaikan Puan usai melakukan rapat koordinasi tingkat menteri dalam rangka persiapan Asian Games 2018 terkait. Rapat tersebut dilangsungkan di PMK, Rabu (1/11/2017). Hadir dalam rapat itu Menpora Imam Nahrawi, Ketua KONI Tono Suratman dan jajaran.
Usai rapat, Puan mengatakan tujuan pertemuan tadi adalah untuk mengnyinergikan tugas dan kewajiban demi meningkatkan prestasi atlet, terutama di Asian Games 2018.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bahwa semua anggaran yang akan dipergunakan langsung ke cabor, transparasi anggaran juga harus berlangsung baik. Kemudian evaluasi berkaitan dengan apa yang terjadi di SEA games, jangan terjadi di Asian Games. Karena memang perfoma atlet harus ditingkatkan, kemudian perfoma atlet harus dipilih yang baik dan berkualitas dan meningkatkan prestasi ke depan," ujar dia lagi.
"Jangan sampai terjadi hal-hal teknis terkait alokasi anggaran, termasuk peralatan, honor-honor atlet, dll. yang bersifat teknis berkaitan dengan prestasi atlet. Tentu saja perpres ini untuk mempercepat birokrasi yang ada, yang selama ini menjadi masalah untuuk prestasi atlet dan sukses AG 2018."
Untuk itu, Puan mengimbau agar induk-induk cabang olahraga untuk segera memberikan alokasi kebutuhan anggarannya sebelum Desember ini.
"Kami sudah punya prediksi minimal kekuatan cabor dengan atlet kira -kira dapat medali yang tentu saja akan dievaluasi terus. Jadi yang tahu cabor, yang tahu siapa atletnya adalah cabor. Itulah yang kemudian kami minta mereka bisa ikut bersama-sama pemerintah untuk mengawal prestasi tersebut. Jadi sistem kontraknya teknis, bisa Menpora, atau KONI. Tapi semua kebutuhan yang menentukan cabornya," kata Puan.
"Persiapan Asian Games tinggal 10 bulan lalu. Insya Allah mulai dari sekarang kita semua sudah melakukan rencana-rencana apa yang dilakukan. Dan sekarang berjalan tahun anggaran 2017, dan 2018 sudah digetok jadi kami harap prioritas berkaiatan dengan atlet, kebutuhan alokasi sudah dilakukan, Januari sudah bisa keluar," ucapnya.
"Saya sudah bicara kemenpora, terobosan apa yang dilakukan, kemudian Plan B jika kemudian anggaran di bulan Januari belum bisa keluar," ujar Puan, tanpa menjelaskan detail apa Plan B tersebut. (mcy/din)











































