DetikSport
Senin 06 November 2017, 20:30 WIB

Usai Bertemu Cabor, Kemenpora Akan Bentuk Petunjuk Teknis Perpres Nomor 95

Mercy Raya - detikSport
Usai Bertemu Cabor, Kemenpora Akan Bentuk Petunjuk Teknis Perpres Nomor 95 Ilistrasi pelatnas taekwondo jalan terus. (Hasan Alhabshy/detikSport)
Jakarta - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memenuhi tuntutan pengurus cabang olahraga untuk menyediakan panduan penerapan Peraturan Presiden Nomor 95 tahun 2017 tentang Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional. Petunjuk teknis segera disusun.

Kemenpora, melalui Sekretaris Menpora Gatot S. Dewa Broto, telah melakukan pertemuan dengan induk-induk cabang olahraga serta KONI pada Senin (6/11/2017). Dalam pertemuan itu dibahas sosialisasi Perpres Nomor 95/2017.

Rupanya, federasi cabang olahraga masih butuh panduan secara detail untuk melaksanakan perpres tersebut.

"Jadi nanti ada semacam panduan untuk cabor-cabor, misalnya usulan anggaran bagaimana, sampai laporan pertanggungjawabannya, lalu kaitannya dengan regulasi-regulasi yang harus diikuti. Termasuk menyangkut masalah akomodasi, peralatan, dan semuanya. Itu akan tertung di Juknis tersebut," kata Gatot, usai pertemuan.

"Insya Allah dua pekan lagi Juknis itu sudah selesai. Saat ini masih proses," ujar dia lagi.

Namun, Gatot menjelaskan, selama belum ada Juknis, segala pengajuan kebutuhan cabang olahraga masih menyesuaikan dengan petunjuk teknis yang lama.

"Ya mengajukan kepada Deputi IV kemudian ditembuskan kepada Menpora (Imam Nahrawi)," sebut dia.

Sedangkan fungsi KONI, Gatot kembali menegaskan, jika induk cabang-cabang olahraga itu hanya akan memonitoring dan pengawasan. "Jadi mereka tidak mengambil alih Prima, karena kewenangan Prima itu dikembalikan kepada Kemenpora/menteri," dia menjelaskan.

"Begitu juga proposal yang diajukan cabor tidak akan masuk ke KONI dulu, melainkan langsung Deputi IV. Yang jelas tidak ada badan baru yang menggantikan Prima. Jadi hanya ada KONI, Kemenpora, dan cabor."

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Prestasi Pengurus Besar Taekwondo Indonesia, Rahmi Kurnia, mengapresiasi kerja cepat pemerintah dalam mensosialisasikan kepada cabor-cabor. Hal ini semakin memperjelas pengajuan proposal yang akan diberikan.

"Jadi lebih gamblang lah. Kemarin kami tidak tahu mau kemana. Tapi sekarang kami tahu harus ke Deputi IV. Setelah ini akan ada Juknis dari Kemenpora. Tapi dari paparan Pak Sesmenpora sih sudah jelas. Jadi, dari cabor langsung ke Deputi IV jadi KONI hanya pengawas saja," kata Rahmi terpisah.


(mcy/fem)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed