Cabang prioritas sempat dikabarkan menyusut menjadi 16 cabang olahraga (cabor) dari sebelumnya 23 cabang. Jumlah itu merupakan hasil dari prasosialisasi antara KONI dan cabor, sementara 23 cabang merupakan data dari Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) sebelum dibubarkan.
Namun, penentuan jumlah itu rupanya tidak serta merta menjadi keputusan mutlak KONI. Gatot mengatakan, yang memiliki kewenangan penuh untuk menentukan cabang olahraga prioritas adalah Menpora.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Termasuk penentuan cabor prioritas. Yang punya hak atau kewenangan penuh untuk menentukan apa saja cabor prioritas ada di Kemenpora. Kami tidak boleh tunduk dengan apa yang dikatakan KONI. Mereka hanya memberikan saran/masukan," tegas Gatot.
"Ya pokoknya mohon diterjemahkan kewenangan ada di Kemenpora. Penetapan prioritas ini ada pada Menteri," katanya.
Penetapan cabor prioritas menuju Asian Games 2018 harus dilakukan demi tercapainya target Indonesia masuk 10 besar Asia, yang artinya meraih 15-20 medali emas. Dan penetapan itu rencananya maksimal akan dilakukan pada Desember 2017.
"Tetap Desember ini. Kira-kira bergeser atau tidak, akan kami lihat. Termasuk dapat keunggulan apa saja cabor prioritas? Itu nanti akan tertuang dalam petunjuk teknis yang akan kami buat nanti," kata Gatot.
(mcy/mfi)










































